
MaxFM Waingapu, SUMBA – Yunus Kalikit Lindi Djawa dilaporkan hilang setelah terseret arus banjir di sekitar air terjun Ngaru Kolat, Dusun Tana Tura, Desa Maidang, Kecamatan Kambata Mapambuhang, Sumba Timur, NTT.
Baca juga:
BRI Ingatkan Masyarakat Hindari Instalasi APK Ilegal
Hal ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kaban BPBD) Sumba Timur Yonatan H. Marawali, dalam acara Warga Bicara radio MaxFM Waingapu, Jumat 3 Januari 2025.
Menurut Kaban BPBD Sumba Timur Yonatan H. Marawali, sesuai informasi yang baru saja diperolehnya dari Kepala Desa Maidang Jumat pagi (3/1/2025) via WA, kejadian ini berlangsung sangat cepat, sekitar pukul 17.00 WITA, segera memicu perhatian warga setempat.
Sesuai informasi dari Kades Maidang jelas Kaban BPBD Sumba Timur Yonatan H. Marawali korban yang terbawa arus banjir ini di pagi hari masih mengikuti rapat di kantor desa Madidang terkait PKH, dan ketika akan pulang sore harinya, saat korban akan menyerang sungai sudah diingatkan warga lain yang baru saja menyebrang sungai bahwa air sungai sudah mulai naik, tetapi korban tetap saja menyebrang dengan membawa anaknya.
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Nusa Tenggara Timur: Potensi Siklon Tropis dan Hujan Lebat
Kaban BPBD Sumba Timur Yonatan menambahkan sesaat korban sudah berada di tengah sungai, banjir besar datang menerjang dan sempat menghayutkan korban dan anaknya, beruntung anaknya masih sempat menangkap ranting kayu yang juga terbawa banjir dan berenang ke pinggir sungai, sedangkan korban, karena kuatnya arus banjir dan tidak mendapat pegangan kayu terus terbawa arus kencang banjir.
Hingga Jumat 3 Januari 2025 sekitar jam 9 pagi korban masih belum ditemukan, Kaban BPBD Sumba Timur Yonatan Marawali memastikan Tim Basarnas serta BPD Sumba Timur dengan peralatan stanadar bersiap meluncur ke lokasi kejadian untuk membantu mencari. “Mohon dukungan doanya agar pencarian korban yang hilang terbawa banjir di Maidang bisa kami temukan,” minta Kaban BPBD Sumba Timur Yonatan Marawali.
Dari informasiyang dihimpun maxfmwaingapu.com warga setempat telah diminta untuk menyusuri pinggir kali atau sungai, meskipun mereka dilarang untuk melakukan pencarian di dalam air karena arus banjir yang masih sangat kuat dan berbahaya. Keamanan dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam upaya pencarian ini.
Baca juga:
MK Hapus Presidential Threshold, Semua Parpol Dapat Ajukan Calon
Pihak berwenang terus berkoordinasi untuk merencanakan langkah-langkah selanjutnya, sembari menunggu bantuan dari tim pencarian resmi. Laporan lebih lengkap mengenai kejadian ini diperkirakan akan menyusul setelah tim yang berwenang turun ke lokasi untuk menilai situasi lebih lanjut. Hingga kini, keluarga korban dan warga setempat terus berharap akan adanya kabar baik terkait keberadaan Yunus Kalikit Lindi Djawa.
Dengan kondisi yang masih rawan, para pihak yang terlibat mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan tidak mengambil tindakan yang berisiko lebih besar dalam pencarian korban. Pencarian akan terus dilanjutkan dengan mematuhi prosedur keselamatan yang ada. [HD]

![Kapolres Sumba Timur AKBP Gede Harimbawa Menjelaskan ke Awak Media Terkait kasus Pembuhan dan Kekerasan di Blok M, Matawai dan Menunukkan barang Bukti Parang Sumba yang digunakan untuk Membunuh dan Melukai korban [Foto: Heinrich Dengi]](https://maxfmwaingapu.com/wp-content/uploads/2026/06/j-102x75.jpg)





