
MaxFM Waingapu, SUMBA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait dinamika atmosfer yang mempengaruhi wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada kamis 2 Januari 2025.
Baca juga:
MK Hapus Presidential Threshold, Semua Parpol Dapat Ajukan Calon
Dalam laporan terbaru, terdeteksi adanya sirkulasi siklonik di barat laut Pulau Sumba, yang diperkirakan dalam dua hari ke depan akan menguat menjadi bibit siklon tropis. Fenomena ini diprediksi dapat menyebabkan cuaca ekstrem dan peningkatan curah hujan di sejumlah daerah di NTT.
Selain sirkulasi siklonik, BMKG juga mencatat aktifnya Monsun Asia yang dipadu dengan fenomena La Niña yang lemah, yang turut memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia, termasuk NTT. Kombinasi faktor ini diperkirakan menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Baca juga:
Lindungi Data Nasabah, Ini Sederet Upaya BRI Tingkatkan Keamanan Siber
Curah hujan ini diperkirakan dapat berlangsung dalam beberapa hari ke depan, dengan dampak yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.
Beberapa wilayah di NTT juga mengalami kelembaban udara yang cukup tinggi pada lapisan atas atmosfer (pada ketinggian 700mb dan 500mb). Hal ini ditambah dengan adanya labilitas lokal yang kuat, yang mendukung pembentukan awan konvektif secara intensif. Proses ini akan berpotensi meningkatkan curah hujan, dan memicu terjadinya hujan lebat secara mendadak, terutama di daerah-daerah tertentu.
Peningkatan curah hujan telah terpantau pada hari ini, di mana beberapa wilayah di NTT telah mencatatkan curah hujan dengan intensitas tinggi. Di Sumba Timur, tercatat hujan dengan curah 60.2 mm, sedangkan di Sumba Barat, AWS Waikabubak mencatatkan 62.6 mm, dan ARG Waikabubak 52.0 mm. Hal ini menandakan bahwa beberapa wilayah di NTT sudah memasuki kategori hujan lebat pada hari tersebut.
Baca juga:
Pemerintah Resmi Naikkan Tarif PPN Jadi 12% untuk Barang dan Jasa Mewah Mulai 1 Januari 2025
Wilayah yang terdampak langsung oleh fenomena cuaca ekstrem ini meliputi sebagian besar area NTT, terutama di Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, Sumba Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, dan Nagekeo. Dengan potensi curah hujan yang masih akan berlangsung, masyarakat di daerah-daerah tersebut diminta untuk waspada terhadap risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
Seiring dengan potensi bencana yang meningkat, BMKG memberikan himbauan kepada masyarakat untuk melakukan langkah-langkah mitigasi, seperti mengantisipasi terjadinya banjir dan tanah longsor. Masyarakat di wilayah rawan bencana dihimbau untuk membersihkan saluran air dan lingkungan sekitar guna mengurangi risiko banjir. Selain itu, diharapkan masyarakat dapat mempersiapkan perlengkapan darurat dan menghindari aktivitas di area yang diprediksi rawan bencana.
Dengan adanya peringatan dini ini, diharapkan masyarakat NTT dapat lebih siap dan waspada menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, serta mengurangi potensi dampak buruk yang bisa ditimbulkan dari bencana hidrometeorologi.








