Scroll to Top
Mengajar di Lantai Tanah, KPK Tanamkan Mimpi Integritas untuk Anak Bangsa di Perbatasan
Posted by maxfm on 23rd Juli 2026
Mengajar di Lantai Tanah, KPK Tanamkan Mimpi Integritas untuk Anak Bangsa di Perbatasan [Foto: ISTIMEWA]

MaxFM Waingapu, SUMBA – Saat musim hujan tiba, air meresap masuk melalui celah-celah dinding bebak, membasahi lantai tanah di ruang kelas SD Negeri 2 Tublopo. Namun, di tengah keterbatasan itu, semangat belajar membara dan harapan baru tentang masa depan yang bersih justru sedang ditanamkan.



Di sinilah, di Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memilih untuk hadir, Rabu 22 Juli 2026. Bukan untuk sebuah operasi tangkap tangan, melainkan untuk sebuah misi yang lebih mendasar: menanamkan benih-benih kejujuran sejak dini.

Bagi KPK, memberantas korupsi tidak hanya tentang menangkap pelaku, tetapi juga tentang membangun peradaban. Melalui program KPK Mengajar, lembaga antirasuah ini menjadikan pendidikan karakter sebagai investasi jangka panjang. Nilai-nilai seperti kejujuran, keberanian, tanggung jawab, dan kepedulian diajarkan bukan sebagai teori, melainkan sebagai kebiasaan sehari-hari yang dekat dengan kehidupan anak-anak.

“Program ini tidak serta-merta memberantas korupsi di sekolah dasar. Yang kami lakukan adalah menanamkan bibit kejujuran sejak kecil. Harapannya, 15 hingga 20 tahun ke depan, Kabupaten TTU memiliki pemimpin-pemimpin yang berani dan bersih,” ujar Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, dengan penuh keyakinan.

Suasana belajar dibuat interaktif dan menyenangkan. Melalui permainan edukatif, pemutaran film, dan simulasi sederhana, anak-anak diajak memahami bahwa perilaku jujur bisa dimulai dari hal-hal kecil. Seperti mengerjakan pekerjaan rumah sendiri, tidak menyontek saat ujian, atau berani berkata jujur kepada guru ketika melihat teman berbuat kurang baik.

“Keberanian dan kejujuran harus dilatih sejak kecil. Anak-anak perlu dibiasakan untuk berani mengatakan yang benar dan melakukan hal yang benar,” tambah Amir, menegaskan bahwa karakter kuat adalah tameng paling ampuh melawan korupsi di masa depan.

Namun, kunjungan KPK kali ini juga membuka mata tentang tantangan nyata yang dihadapi dunia pendidikan di wilayah perbatasan. SD Negeri 2 Tublopo, yang menampung 76 peserta didik, masih berjuang dengan fasilitas yang sangat memprihatinkan. Lantai tanah yang becek dan dinding bebak yang rapuh menjadi pemandangan sehari-hari. Ketika musim hujan tiba, air kerap masuk ke ruang kelas, mengganggu konsentrasi belajar para siswa.



Melihat kondisi ini, KPK menyampaikan pesan penting: penguatan integritas harus berjalan beriringan dengan pemenuhan hak dasar atas sarana pendidikan yang layak. Pendidikan karakter akan tumbuh subur jika didukung oleh lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

“Kami berharap pemerintah daerah dan masyarakat dapat bersama-sama memastikan anak-anak di Desa Tublopo mendapatkan sarana pendidikan yang layak. Mereka adalah generasi penerus yang kelak akan melanjutkan pembangunan dan memimpin Kabupaten TTU,” harap Amir.

Harapan yang sama juga disuarakan oleh Kepala SD Negeri 2 Tublopo, Obed Selan. Ia sangat mengapresiasi program KPK Mengajar yang dinilainya sebagai momentum penting untuk memperkuat karakter siswa.




“Harapan kami, nilai keberanian dan kejujuran dapat tumbuh dan mengakar di sini. Sehingga kelak lahir pemimpin-pemimpin masa depan TTU yang jujur dan berani untuk membawa daerah ini menjadi lebih baik dan maju,” ujar Obed.

Ia juga berharap agar pembangunan gedung sekolah permanen dapat segera direalisasikan. Meski masyarakat telah menyiapkan lahan, sebagian area masih berada di kawasan hutan sehingga membutuhkan koordinasi lebih lanjut.

KPK Mengajar bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah gerakan untuk membangun ekosistem pendidikan yang menjadikan integritas sebagai fondasi utama, sekaligus mengajak seluruh elemen bangsa—dari pemerintah pusat, daerah, guru, hingga orang tua—untuk bahu-membahu menyiapkan generasi emas yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berani menolak korupsi. [MaxFMWgp]

Show Buttons
Hide Buttons