
MaxFM Waingapu, SUMBA – Proyek strategis nasional pembangunan tambak udang terintegrasi di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan nilai investasi mencapai Rp 7,3 triliun, masih menunggu terbitnya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
Kepala Dinas (Kadis) Perikanan Sumba Timur, Yohanis Njurumana, mengungkapkan bahwa penandatanganan kerja sama (KSO) dengan PT Adhi Karya telah dilakukan, namun SPMK tertunda karena persyaratan administratif, termasuk penyelesaian peluncuran DIPA di Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang melibatkan komponen 15% dana APBN.
Meski belum dimulai, komitmen pemerintah pusat ditegaskan kembali melalui kunjungan Kementerian Koordinator Bidang Pangan ke Waingapu baru-baru ini.
Baca juga:
Paradoks Pembangunan Sumba Timur: Banyak Program, Minim Perubahan
Njurumana menyebut, pihaknya mendapat jaminan bahwa proyek ini pasti berjalan. “Sesditjen Budidaya KKP bahkan mengupayakan penandatanganan SPMK dapat dilakukan pada Desember 2025,” ujarnya.
Kadis Perikanan Sumba Timur, Yohanis Njurumana menjelaskan proyek ini diproyeksikan menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja pada fase konstruksi, mencakup level manajer, pelaksana, tukang, hingga operator alat berat.
“Pemerintah daerah telah mempersiapkan tenaga lokal melalui pelatihan dan sertifikasi, termasuk bagi sarjana teknik, tenaga terampil, dan ibu-ibu sekitar lokasi yang nantinya akan diakomodasi dalam fase produksi,” jelas Kadis Perikanan Sumba Timur, Yohanis Njurumana, Selasa pagi, 09 Desember 2025 di acara Warga Bicara MaxFM.
Baca juga:
Dugaan Pencucian Uang Rp2 Miliar, Warga Laporkan BRI Waingapu
Sementara itu, Kadis Perikanan Sumba Timur, Yohanis Njurumana melanjutkan untuk dimulainya pekerjaan konstruksi tambak udang terintegrasi ini, dibutuhkan alat berat dalam jumlah banyak dan didatangkan ddari luar Sumba karena di lokal jumlahnya terbatas.
“Dalam diskusi dengan Kementerian Koordinator Pangan dan manajer teknis PT Adhi Karya baru-baru ini, disepakati akan dilakukan mobilisasi sekitar 800 unit alat berat dari luar pulau untuk mendukung proyek ini,” lanjut Njurumana.
Baca juga:
Dua Tersangka Korupsi Anggaran Pilkada 2024 Sumba Timur Segera Disidang di Kupang
Njurumana menambahkan alat berat yang dibutuhkan antara lain berupa Ekskavator, Buldoser, Loader, Crusher dan jenis lainnya. [HD]







