Scroll to Top
Tingkatkan Layanan Pasien Terminal, RSK Lindimara Jalin Kerja Sama dengan Yayasan Kesejahteraan Kontingetal Indonesia
Posted by maxfm on 6th Maret 2026
Tingkatkan Lananan Pasien Terminal, RSK Lindimara Jalin Kerja Sama dengan Yayasan Kesejahteraan Kontingetal Indonesia [Kolase Foto : Heinrich Dengi]

MaxFM Waingapu, SUMBA – Rumah Sakit Kristen (RSK) Lindimara resmi menjalin kerja sama dengan Yayasan Kesejahteraan Kontingetal Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan paliatif bagi pasien terminal atau pasien dengan penyakit berat yang sudah mendekati ajal.

Penandatanganan perjanjian kerja sama penyelenggaraan pelayanan paliatif ini dilakukan langsung oleh Direktur RSK Lindimara, Dokter Hendryanto Irawan, dan Ketua Yayasan Kesejahteraan Kontingetal Indonesia, Bernard Elim, pada Jumat 6 Maret 2026, di RSK Lindimara, Waingapu, Sumba Timur, NTT, disaksikan oleh tim kerja dari kedua belah pihak.



Direktur RSK Lindimara, Dokter Hendryanto Irawan, menyambut baik kerja sama ini. Ia mengakui bahwa selama ini pihaknya memiliki keterbatasan dalam memberikan pelayanan paliatif secara komprehensif kepada pasien-pasien terminal, seperti penderita gagal ginjal stadium 5, HIV stadium 4, atau kanker stadium akhir yang sudah tidak ada tindakan kuratif (penyembuhan).

“Selama ini yang kami lakukan di RSK Lindimara masih dalam tingkat layanan paliatif saja, belum pelayanan secara komprehensif dalam bidang ini. Kami baru mampu melakukan pelayanan supporting, misalnya pada pasien kanker yang mengalami nyeri hebat atau anemia berat,” jelas Dokter Hendryanto.

Ia menambahkan, dengan hadirnya kerja sama ini, diharapkan secara bertahap RSK Lindimara dapat memberikan pelayanan yang holistik, mencakup aspek medis, kejiwaan, maupun rohani.



“Sehingga akhirnya ketika pasien sudah dilayani secara holistik, pasien dan keluarga bisa dengan tenang menghadapi saat dipanggil Tuhan dan bahkan menantikannya dengan sukacita tanpa rasa takut,” tambahnya.

Sementara itu, Pendeta Choi Sangik dari Korea Selatan selaku pendiri Yayasan Kesejahteraan Kontingetal Indonesia mengungkapkan bahwa keinginan untuk melayani di bidang paliatif di Sumba sudah muncul sejak lama. Hal itu berawal dari pertemuannya dengan seorang pasien penderita kanker mulut di Kampung Kakaha beberapa tahun lalu.

“Saya kunjungi orangnya di kampung Kakaha, kasihan sekali kondisinya, tidak terawat secara medis, tidak terawat secara kejiwaan dan juga tidak dapat pelayanan kerohanian. Saya lihat kondisinya sangat prihatin. Dari situlah mulai muncul pergumulan untuk memulai pelayanan paliatif di Sumba,” cerita Pendeta Choi Sangik.

Pendeta Choi menjelaskan bahwa Yayasan Kesejahteraan Kontingetal Indonesia selama ini sudah banyak berkecimpung dalam berbagai pelayanan sosial di Sumba, seperti di lembaga pemasyarakatan (lapas), sekolah, bahkan pembangunan Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kini, yayasan ingin fokus pada pelayanan paliatif.



“Kami mau fokus dulu di pelayanan ini karena jiwa mereka sangat berharga di mata Tuhan. Kami mau turut serta melayani di bidang paliatif ini terkait kedokteran, kejiwaan, juga kerohanian agar pendeta di rumah sakit bisa membantu para pasien yang mendekati ajalnya,” ujarnya.

Kerja sama ini diharapkan dapat segera berjalan dan memberikan dampak nyata bagi pasien-pasien terminal di RSK Lindimara, sehingga mereka mendapatkan pelayanan yang paripurna menjelang akhir hayatnya. [HD]

Show Buttons
Hide Buttons