
MaxFM Waingapu, SUMBA – Laut lepas Nusa Tenggara Timur kembali menjadi saksi heroisme para penyelamat. Dalam sebuah operasi dramatis yang berlangsung Sabtu malam hingga Minggu dini hari 7 hingga 8 Maret 2026, Tim SAR Gabungan berhasil “mencuri” nyawa seorang kru kapal asing dari cengkeraman darurat medis di tengah ganasnya perairan Pulau Kera.
Nyawa Dong Qiang (43), warga negara China yang bertugas di kapal berbendera China, Hai Yang Shi You 278, sempat berada di ujung tanduk. Saat kapal melintas di perairan Barat Pulau Kera dalam pelayaran panjang dari Australia menuju Kendari, pria paruh baya itu tiba-tiba dilumpuhkan oleh serangan nyeri ginjal akut yang luar biasa. Rasa sakit itu menjadi alarm bahaya yang memicu operasi penyelamatan paling menegangkan di wilayah tersebut.
Tepat pukul 20.15 WITA, Kantor SAR Kupang menerima sinyal darurat. Dalam hitungan menit, logistik dan personel dikerahkan. Pada pukul 20.40 WITA, KN SAR Antareja 233 melesat meninggalkan dermaga, mengarungi gelapnya malam dengan satu tekad: menggapai nyawa di ujung horizon.
Pimpinan operasi, Kasi Operasi dan Siaga Muhdar, memimpin langsung laju kapal penyelamat. Dengan kecepatan penuh, tim mencapai titik intersepsi pada pukul 22.20 WITA. Tim medis segera naik ke kapal asing tersebut, memberikan pertolongan pertama yang krusial di tengah gulungan ombak, sebelum memindahkan korban ke kapal SAR pada pukul 22.50 WITA.
Perjalanan kembali ke Kupang dipacu dengan kecepatan tinggi. Pelabuhan Navigasi Kupang yang sunyi tiba-tiba berubah menjadi pusat koordinasi darurat. Tepat tengah malam, pukul 00.15 WITA, KN SAR Antareja merapat. Korban yang masih dalam kondisi kritis langsung disambut tim medis dan agen kapal, lalu dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Kupang untuk perawatan intensif.
Operasi kilat ini tidak hanya melibatkan Basarnas. Sinergi diperlihatkan oleh BKK Kelas 1 Kupang, KSOP, Imigrasi, Bea Cukai, dan Bakamla Kupang. Dengan serah terima korban, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 00.30 WITA.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Mexianus Bekabel, menghela napas lega. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim gabungan. “Ini bukti soliditas dan profesionalisme anak bangsa. Kami tidak hanya menyelamatkan satu nyawa, tapi juga menjaga nama baik Indonesia di mata dunia,” tegasnya. [HD]








