Scroll to Top
Bukan Sekadar Rekrutmen, Pemerintah Siapkan SDM Unggul Sumba Timur untuk Industri Kelas Dunia
Posted by maxfm on 2nd Maret 2026
oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumba Timur, Markus Windi [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM Waingapu, SUMBA – Di balik tingginya animo masyarakat terhadap rekrutmen 3.000 tenaga kerja tambak udang di Sumba Timur, Pemerintah Daerah menegaskan bahwa program ini bukan sekadar mengisi lowongan pekerjaan. Lebih dari itu, ini adalah upaya strategis mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang siap bersaing di industri perikanan kelas dunia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumba Timur, Markus Windi, mengungkapkan bahwa persiapan SDM lokal telah dirancang secara matang dan komprehensif. Hal ini disampaikannya merespons antusiasme masyarakat yang hingga Senin 2 Februari 2026, telah mencapai 2.098 orang pengambil Surat Tanda Daftar Pencari Kerja (AK1).



“Kenapa kami lakukan rekrutmen dari awal? Karena kami ingin menyiapkan sebaik mungkin SDM yang berasal dari Sumba Timur. Ini investasi jangka panjang untuk masa depan anak-anak kita,” ujar Markus Windi di ruang kerjanya.

Program Pendidikan Satu Tahun: Teori, Praktik, dan Pembentukan Karakter

Pemerintah tidak main-main dalam mempersiapkan tenaga kerja lokal. Markus Windi menjelaskan bahwa para calon pegawai yang lolos seleksi nantinya tidak akan langsung terjun ke tambak. Mereka akan menjalani program pendidikan dan pelatihan intensif dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia selama kurang lebih satu tahun.

“Tambak ini bukan hal yang biasa. Oleh karena itu, mereka akan dididik dengan kurikulum khusus yang menggabungkan teori dan praktik, dengan porsi praktik yang jauh lebih banyak. Mereka akan benar-benar memahami seluk-beluk budidaya udang modern,” terangnya.

Yang paling menarik, dalam program pembentukan karakter tersebut, akan ada pelatihan semi-militer selama satu bulan penuh. Langkah ini diambil untuk membangun fondasi mental dan fisik yang kokoh bagi para pekerja.



“Karena memang pekerjaan di tambak bukan pekerjaan biasa. Diperlukan kedisiplinan tinggi, kesiapan fisik yang prima, mental baja, serta penguasaan pengetahuan yang mumpuni. Pelatihan semi-militer ini penting untuk menanamkan semangat kerja keras, loyalitas, dan ketahanan mental,” tegas Markus Windi.

Kesempatan Emas bagi Lulusan SMA

Menariknya, program pencetakan SDM unggul ini juga membuka pintu lebar bagi generasi muda yang masih duduk di bangku sekolah. Pendaftaran diperbolehkan bagi siswa kelas 3 SMA/sederajat, cukup dengan menunjukkan fotokopi rapor dari semester 1 hingga semester 5.

“Sudah ada anak-anak SMA yang mendaftar saat ini. Ini menunjukkan semangat generasi muda Sumba Timur untuk segera mempersiapkan diri dan berkontribusi membangun daerahnya sendiri,” tambah Markus dengan optimis.

Inkubator SDM untuk Industri Raksasa

Kepala Dinas menegaskan bahwa rekrutmen 3.000 orang ini baru langkah awal. Ke depan, kawasan tambak udang terintegrasi akan membutuhkan total 8.200 tenaga kerja dari hulu ke hilir, mencakup pabrik pakan, pabrik pengolahan udang, hingga pabrik plastik.



“3.000 ini baru penerimaan tahap pertama untuk sektor hulu. Bersabar, dalam 2 hingga 3 tahun ke depan akan ada penerimaan lainnya. Ini adalah proses berkelanjutan untuk menciptakan SDM Sumba Timur yang unggul dan siap mengelola industri sendiri,” jelasnya.

Dengan target ekspor udang berlabel Waingapu”ke pasar internasional, kualitas SDM menjadi taruhannya. Pemerintah optimis melalui program persiapan yang ketat dan komprehensif ini, putra-putri Sumba Timur tidak hanya akan menjadi pekerja, tetapi juga ahli dan manajer yang mampu membawa nama Waingapu bersinar di kancah global. [HD]

Show Buttons
Hide Buttons