
MaxFM Waingapu, SUMBA — Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, melakukan kunjungan kerja ke Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis 26 Februari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung progres pembangunan tambak udang raksasa terintegrasi terbesar di Indonesia yang berlokasi di atas hamparan lahan seluaas lebih dari 2.000 hektare.
Proyek strategis nasional senilai Rp7,2 triliun ini dirancang sebagai ekosistem budidaya udang modern berbasis kawasan, dilengkapi dengan infrastruktur pendukung dan sistem terintegrasi. Menteri Trenggono menegaskan bahwa proyek ini merupakan agenda prioritas untuk mendorong optimalisasi potensi sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Sumba Timur.
“Kunjungan kerja ini untuk meninjau langsung progres pembangunan tambak udang terintegrasi yang merupakan agenda strategis untuk mendorong optimalisasi potensi sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Sumba Timur,” ujar Trenggono di lokasi proyek.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Trenggono memastikan bahwa pembangunan tambak udang raksasa ini harus dilakuakn secara professional.
“Saya minta Pak Dirjen, ini kita banguna secara profesional, kita bagun bukan gaya kementrian, gaya pemerintah tetapi kita bagun gaya indusri,” tegas Menteri Trenggono.
Lanjutnya, membangun gaya industri ada hitungan ekonomisnya, berapa tahun harus ada pengembalian, investasi yang ditempatkan di sini 7,2 T Rupiah, dan saya minta nilai manfaatnya betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat setempat.
Menteri Trenggono bilang, dirinya tidak ingin, ketika tambak udang raksasa ini dibangun, tenaga kerjanya didatangkan dari Jawa, dari daerah lain, dan masyarakat setempat hanya jadi penonton, degan tegas Menteri Trenggo sebut dirinya tidak mau bila tenaga kerjanya didatangkan dari luar daerah.
“Investasi besar ini harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar, salah satu wujud komitmen tersebut adalah prioritas rekrutmen tenaga kerja bagi putra-putri daerah,” tegas Trenggono.
“Saat ini kita sedang merekrut 3.000 tenaga kerja untuk dipekerjakan di sini. Mereka akan dididik dan dilatih selama dua tahun, diasramakan secara gratis dan semua dibiayai Kementerian, kalau tambak sudah jadi dan mereka sudah siap bekerja maka mereka akan diterjukan untuk bekerja di tambak udang ini,” paparnya.
Menteri Trenggono menargetkan proyek raksasa ini dapat diresmikan dalam waktu satu setengah tahun ke depan oleh Presiden Republik Indonesia.
“Kita targetkan dalam waktu satu tahun setengah lagi bisa diresmikan oleh Bapak Presiden,” ujarnya optimistis.
Kunjungan Menteri KKP ke Palakahembi menegaskan bahwa Sumba Timur kini telah masuk dalam peta strategis industri perikanan nasional, sekaligus menandai era baru pengembangan budidaya perikanan modern di Indonesia Timur. [HD]








