
MaxFM Waingapu, SUMBA – Masyarakat Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur, menyuarakan keprihatinan dan aspirasi, serta mendesak Pemerintah Kabupaten Sumba Timur untuk menyediakan tenaga Dokter di Pusat Kesehatan Masayarakat ( Puskemas ) Lewa.
Keprihatan dan desakan warga ini akibat kekosongan posisi Dokter di Puskesmas Lewa. Kondisi ini terjadi pasca dokter yang sebelumnya bertugas, dr. Melan, mengundurkan diri sekitar Oktober 2025.
Tokoh masyarakat (Tomas)Lewa Agustinus Wilhelmus Ratoebandjoe kepada media ini menjelaskan ketiadaan Dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ini dinilai membawa dampak serius bagi masyarakat, tenaga kesehatan, dan sistem layanan kesehatan secara keseluruhan.
“Pelayanan kesehatan menjadi tidak optimal karena diagnosis penyakit terbatas, kasus-kasus gawat darurat seperti sesak napas, stroke, atau komplikasi kehamilan berisiko tinggi mengalami keterlambatan penanganan, jelas Tomas Lewa, Agustinus Wilhelmus Ratoebandjoe, Kamis, 15 Januari 2026.
Tambah Agustinus Wilhelmus Ratoebandjoe, kasus ringan yang seharusnya bisa ditangani di Puskesmas terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Waingapu.
“Ini sangat merepotkan pasien dan dan keluarga, serta menambah beban biaya,” keluh Agustinus Wilhelmus Ratoebandjoe.
Dirinya juga menyoroti ketiadaan Dokter juga berpotensi menyebabkan salah penanganan oleh tenaga non-dokter yang memiliki kewenangan terbatas, serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Puskesmas.
Agustinus Wilhelmus Ratoebandjoe melanjutkan, dampak lain dirasakan oleh perawat dan bidan yang masih bertugas, beban kerja mereka meningkat drastis, sambil harus menanggung tekanan hukum dan etik karena terpaksa menangani hal-hal di luar kewenangan standar mereka. Akibatnya, program kesehatan preventif dan promotif seperti penanganan stunting, TB, dan imunisasi juga dikhawatirkan menurun kualitasnya, sehingga tujuan Puskesmas sebagai ujung tombak layanan kesehatan dasar menjadi tidak tercapai. [HD]







