Scroll to Top
Alami Diabetes, Guru Ini Tetap Semangat Mengajar Berkat JKN
Posted by maxfm on 18th November 2025
Alami Diabetes, Guru Ini Tetap Semangat Mengajar Berkat JKN

MaxFM Waingapu, SUMBA – Nicolayment Haba (58), seorang guru non-ASN asal Desa Lumbukore, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, telah mengabdikan lebih dari separuh hidupnya untuk mendidik generasi muda. Namun, dibalik pengabdian tulusnya sebagai tenaga pendidik, ia menyimpan kisah perjuangan melawan penyakit kronis yang telah ia derita sejak lama.

Baca juga:
Program JKN Lindungi Imel Akses Layanan Tanpa Biaya

“Sejak tahun 2016 silam, saya mengidap penyakit diabetes jadi kalau dihitung-hitung sudah hampir 10 tahun,” ungkapnya dengan nada lirih.

Diabetes yang diidap Nicolayment telah membawa dampak besar pada kehidupannya. Ia bercerita, rasa sakit yang dideritanya karena kadar gula yang tidak stabil sampai merembet ke kondisi fisik, terutama pada bagian kakinya.




“Kadang kaki saya sakit seperti ada lukanya, seperti ada bisul, tapi sebenarnya tidak ada. Akibatnya untuk jalan pun susah, kondisi ini seringkali membatasi gerak tubuh saya dan membuat aktivitas sehari-hari, termasuk mengajar, terasa sangat berat,” ceritanya.

Perjalanan kondisi kesehatan Nicolayment tidak berhenti di situ. Beberapa tahun setelahnya, gangguan pada organ jantung datang menghampiri, membuat kehidupannya semakin penuh tantangan. Demi mendapatkan perawatan terbaik, ia sempat dirujuk hingga ke rumah sakit di daerah Bali hingga Jakarta.

“Syukurnya, dengan perawatan yang intensif yang saya dapatkan pada waktu itu, gangguan jantung yang saya alami sudah dinyatakan sembuh,” ucapnya penuh rasa syukur.

Baca juga:
Tenang Dampingi Anak Jalani Perawatan, Suryani Yakin JKN Hadir Berikan Perlindungan Posted by maxfm on 17th November 2025

Nicolayment mengakui peran besar Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan dalam menghadapi gangguan kesehatannya tersebut. Menurutnya, tanpa program ini, beban finansial yang perlu ia tanggung untuk biaya berobat tentu sangat besar.

“Kalau bukan karena Program JKN, mungkin saya tidak bisa mendapatkan pengobatan yang saya butuhkan. Bayangkan, saya harus sampai berobat di rumah sakit diluar daerah, tentu itu bukan hal yang murah. Dengan adanya JKN, biaya perawatan bisa ditanggung semua, saya bisa mendapatkan layanan kesehatan yang layak bahkan sampai di luar daerah,” jelasnya.




Saat ini, Nicolayment masih rutin menjalani kontrol untuk diabetes yang ia derita. Setiap bulan, ia mendatangi fasilitas kesehatan tempatnya terdaftar untuk mengecek kondisi gula darahnya.

“Bagi saya, kontrol rutin adalah bagian penting agar kesehatan saya tetap terjaga dan tidak semakin parah. Sampai kontrol rutin ini pun seluruhnya ditanggung oleh Program JKN,” tuturnya.

Penyakit kronis yang diderita Nicolayment juga sempat berdampak pada psikologisnya. Rasa cemas, khawatir, bahkan putus asa sempat menghampiri. Namun, dukungan dari keluarga, rekan kerja, dan murid-muridnya membuat ia kembali bersemangat.

Baca juga:
Berkat Program JKN Andi Rangga Fokus Penyembuhan Penyakitnya

“Keluarga selalu mendorong saya untuk terus berobat dan jangan menyerah, karena ada JKN biaya berobat juga bukan menjadi masalah. Begitu juga anak-anak murid saya, mereka sering menanyakan kabar saya, dan itu membuat hati saya kuat,” ujarnya.

Nicolayment tidak lupa untuk menekankan pentingnya pola hidup sehat, terutama bagi mereka memiliki Riwayat penyakit kronis.




“Saya belajar bahwa menjaga pola makan, olahraga ringan, dan istirahat yang cukup itu penting sekali. Jangan anggap enteng, karena sekali sakit kronis datang, pengobatannya akan panjang,” terangnya.

Baca juga:
Yuliana Rasakan Manfaat Jaminan Kesehatan

Nicolayment berharap masyarakat dapat lebih peduli dengan kesehatan. Ia berpesan agar masyarakat tidak menunggu sakit terlebih dulu baru terpikirkan untuk mendaftar menjadi peserta JKN.

“Jangan tunggu sakit dulu baru mendaftar, lebih baik dari sekarang sudah menjadi peserta JKN. Karena kalau tiba-tiba sakit, apalagi penyakit berat, biayanya sangat mahal. Dengan JKN, kita bisa lebih tenang. Bagi saya, JKN itu bukan hanya kartu, tapi penolong hidup. Karena tanpa itu, saya mungkin tidak bisa melanjutkan hidup seperti sekarang,” tutupnya. (ok/vd)

Show Buttons
Hide Buttons