Scroll to Top
Program JKN Lindungi Imel Akses Layanan Tanpa Biaya
Posted by maxfm on 18th November 2025
Program JKN Lindungi Imel Akses Layanan Tanpa Biaya [Foto: ISTIMEWA]

MaxFM Waingapu, SUMBA – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Imel Pira Ndawa (21), seorang mahasiswa asal Wailingang, Kelurahan Mbatakapidu, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur mengungkapkan hal serupa. Imel yang saat ini sedang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Sumba Timur terpaksa harus menghentikan aktivitasnya sejenak setelah mengalami sakit tipes yang membuat kondisi kesehatannya menurun.

Baca juga:
Tenang Dampingi Anak Jalani Perawatan, Suryani Yakin JKN Hadir Berikan Perlindungan Posted by maxfm on 17th November 2025

“Awalnya saya kira hanya demam biasa, karena setelah pulang dari Praktik Kerja Lapangan (PKL) badan saya memang terasa lelah. Saya pikir cukup istirahat sedikit saya akan segar kembali. Tapi setelah tiga hari demam saya tidak kunjung membaik, malah semakin parah, badan terasa lemas sekali, dan kepala pusing luar biasa”, cerita Imel.




Orang tua Imel yang melihat kondisi putrinya terus menerus demam pun tak berpikir panjang. Mereka segera membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat pemeriksaan.

“Saat saya sudah tidak bisa bangun sendiri, orang tua langsung panik. Mereka putuskan membawa saya ke klinik pratama tempat saya terdaftar sebagai peserta JKN,” lanjutnya.

Di klinik tersebut, Imel menjalani serangkaian pemeriksaan termasuk melakukan tes darah. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa kadar leukositnya sangat tinggi. “Saat dokter sampaikan hasil tes, saya kaget sekali. Ternyata kondisi saya cukup serius, bukan sekadar demam biasa seperti yang saya kira”, ujar Imel.

Baca juga:
Berkat Program JKN Andi Rangga Fokus Penyembuhan Penyakitnya

Tak berhenti di situ, dokter di klinik pun kemudian merujuk Imel ke rumah sakit agar bisa mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif. Sesampainya di rumah sakit, ia langsung mendapat kamar perawatan dan tindakan medis yang sesuai.

“Begitu sampai di rumah sakit, saya langsung ditangani, dapat kamar, obat, dan perawatan intensif. Rasanya lega sekali karena semua berjalan cepat dan saya merasa sangat diperhatikan,” ungkap Imel.




Imel mengaku sangat bersyukur selain atas biaya pengobatan yang ditanggung sepenuhnya oleh Program JKN, perawatan yang ia dapatkan menurutnya sangat baik.

“Saya merasa memilih JKN sebagai perlindungan kesehatan adalah keputusan yang sangat tepat. Dari awal masuk sampai sekarang dirawat, saya tidak pernah dibebani biaya. Semua ditanggung oleh JKN, dan yang membuat saya senang adalah pelayanan yang saya dapat sama sekali tidak dibedakan dengan pasien lainnya,” tuturnya.

Imel juga mengungkapkan selama dirawat ia juga menyaksikan bagaimana seluruh pasien JKN mendapatkan pelayanan yang baik.

“Saya lihat sendiri, pasien yang pakai JKN maupun yang tidak, semua dilayani dengan baik. Tidak ada perbedaan, tidak ada diskriminasi. Itu membuat saya merasa tenang dan yakin bahwa program ini memang ada untuk semua masyarakat,” katanya.

Baca juga:
Yuliana Rasakan Manfaat Jaminan Kesehatan

Bagi seorang mahasiswa seperti Imel, biaya pengobatan jelas menjadi hal yang berat bila ditanggung sendiri. Ia membayangkan jika tidak ada JKN, tentu keluarga akan sangat terbebani.

“Kalau harus bayar sendiri, mungkin orang tua saya bingung cari pinjaman. Untung ada JKN, jadi kami bisa lebih fokus pada penyembuhan, bukan biaya,” ucapnya dengan rasa haru.

Tak hanya bersyukur, Imel juga merasa termotivasi untuk mengajak lebih banyak masyarakat ikut serta dalam Program JKN. Menurutnya, memiliki perlindungan kesehatan adalah hal penting dan jangan ditunda hingga sakit datang.




“Saya ingin mengajak teman-teman dan masyarakat lain, ayo daftar JKN sekarang juga. Jangan tunggu sakit baru mengurus. Karena kita tidak pernah tahu kapan sakit datang, lebih baik sudah siap sejak awal,” pesannya.

Menutup perbincangan, Imel berharap agar ia bisa segera pulih dan bisa kembali melanjutkan aktivitas kuliahnya. Senyum kecilnya kerap muncul meski kondisi tubuh Imel masih belum sepenuhnya pulih.

Baca juga:
Tunggakan Retribusi Kendaraan Dinas ASN Tembus Rp300 Juta, BAPENDA: Alasan Klasik Lupa Bayar

“Saya ingin cepat sembuh, bisa lanjut kuliah, dan kembali beraktivitas. Saya percaya dengan perawatan yang saya terima, dukungan dari keluarga, saya akan segera pulih. Terima kasih untuk JKN yang sudah meringankan beban kami,” tutup Imel (ok/vd)

Show Buttons
Hide Buttons