
MaxFM Waingapu, SUMBA – Ratusan orang berjalan di punggung bukit sejauh sekira 3 Kilometer sambil membawa bendera Merah Putih dari arah Tana Rara menuju Palindi Piarakuku di Desa persiapan Hawurut, Desa Induk Katikuluku, Kecamatan Matawai La Pau, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, NTT.
Festival Bendera ini merupakan bagian dari Ekspedisi Merah Putih Palindi Piarakuku (EMP3) tahun 2025, dengan mengarak bendera Merah Putih di jalan terindah meliuk-liuk di celah punggung bukit sabana Sumba Timur.
Penggagas kegiatan ini Jeferson Tamu Ama yang juga biasa dipanggil Ama Tana Rara, kepada maxfmwaingapu.com menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh pelajar, guru SD dan SMP di dekat Palindi Palindi Piarakuku, warga sekitar serta, pengunjung dari Waingapu.
“Bendera merah putih ini panjangnya 80 meter, lebar 3 meter, kami adakan secara swadaya murni, untuk menggabungkan warna merah dan putih, tim kami jahit manual dengan tangan selama satu hari satu malam baru selesai,” jelas Jeferson Tamu Ama, Sabtu, 16 Agustus 2025, sore di lokasi Palindi Piarakuku.

Tambah Ama Tana Rara, setelah bendera dibawa dengan berjalan kaki dari jari jalan terindah hingga Palindi Piarakuku, kemudian bendera mereha putih dibentangkan di punggung bukit Piarakuku.
Masih penjelasan Ama Tana Rara, selepas pembentangan bendera Merah Putih, bendera digulung kembali untuk disimpan dan digunakan pada kegian EMP3 berikutnya ditahun mendatang.
“Sebenarnya kami mau memajang bendera merah putih ini di punggung bukit piarakuku sampai esok Minggu 17 Agustus 2025, tetapi karena angin yang sangat kencang bertiup di sekitar piarakuku, maka tim kerja memutuskan untuk segera menyimpan kembali bendera ini, kalau memaksa dipajang maka bendera akan segera robek, dan ini kami tidak mau,” jelas Ama Tana Rara.

Dari pantauan maxfmwaingapu.com, ketia berusaha menggulung kembali bendera Marah Putih di batang bambung saat sore hari, tim kerja di Piarakuku yang terdiri dari beberapa orang dewasa sangat kesulitan, karena angin bertiup sangat kencang. [HD]

![Kapolres Sumba Timur AKBP Gede Harimbawa Menjelaskan ke Awak Media Terkait kasus Pembuhan dan Kekerasan di Blok M, Matawai dan Menunukkan barang Bukti Parang Sumba yang digunakan untuk Membunuh dan Melukai korban [Foto: Heinrich Dengi]](https://maxfmwaingapu.com/wp-content/uploads/2026/06/j-102x75.jpg)





