Scroll to Top
Begini Penjelasan Resmi BMKG Terkait Isi Sebaran Abu Vulkanik Gunung Lewotobi di Pulau Sumba
Posted by maxfm on 5th Januari 2024
Suasana Mendung di Wilayah Tana Mbanas, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur [Foto : Heinrich Dengi]

MaxFM WAINGAPU – Informasi adanya sebaran abu vulkanik di Pulau Sumba dari letusan Gunung Lewotobi, Flores Timur tersebar luas di media sosial.

Tersebarnya informasi adanya sebaran abu vulkanik di sebagian Pulau Sumba ini tersebar dengan gambar menyerupai gambar simulasi dari BMKG.



Menyikapi informasi ini, Kepala Stasiun Metereologi Kelas III Umbu Mehang Kunda, Charles Alexander Tari menegaskan tidak ada lagi abu vulkanik dari letusan Gunung Lewotobi di Flores Timur ke Pulau Sumba.

Dalam release nya yang diterima MaxFM dijelaskan sebaran abu vulkanik dari letusan Gunung Lewotobi di wilayah Pulau Sumba benar terjadi pada Selasa (2/1/2024).

Namun sebaran abu vulkanik tersebut hanya terjadi di sebagian kecil bagian utara Pulau Sumba pada pukul 17.50 Wita.




Ditambahkannya, BMKG dan Bandara UMK kembali melakukan Significant Metereological (Sigmet) pada tanggal 3 Januari 2024 pukul 08.00 Wita.

Hasilnya tidak ada lagi sebaran abu vulkanik dari letusan Gunung Lewotobi di Flores Timur yang mengarah ke Pulau Sumba.

“BMKG dan Bandara UMK telah melakukan paper test tanggal 3 Januari 2024 dan hasilnya negatif atau tidak ada abu vulkanik,” jelasnya.




Terkait fenomena yang terjadi di Pulau Sumba saat ini menurut Charles adalah Haze atau udara kabur yang disebabkan oleh adanya suhu panas di suatu daerah yang melebihi suhu normalnya.

Suhu panas yang cukup tinggi ini mengakibatkan partikel-partikel kering yang sangat kecil melayang-layang di udara karena tertahan dengan suhu udara dibagian atas yang lebih panas dari bagian bawah.



“Hal inilah yang mengakibatkan jarak pandang menjadi berkurang dan bukan karena adanya sebaran abu vulkanik,” tandasnya.(TIM)

Show Buttons
Hide Buttons