Scroll to Top
Homonim, Homofon, Homograf Dalam Bahasa Indonesia
Posted by maxfm on 8th Juni 2022
| 381 views
Frans W. Hebi – Penulis Buku Autobiografi Frans W. Hebi Wartawan Pertama Sumba, Pengasuh Acara Bengkel Bahasa Max FM [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, WAINGAPU – Bahasa Indonesia kaya dengan makna kata. Ada arti lugas (denotation meaning), arti tafsir (connotation meaning), arti pokok (central meaning), arti samping (marginal meaning), arti penggunaan (usual meaning), arti kamus (lexical meaning), arti spontan (reflextif meaning, arti menurut tatabahasa (gramatikal meaning atau nosi).




Ada pula yang disebut sinonim, yakni kata yang searti atau hampir bersamaan arti. Dalam linguisti (ilmu bahasa) disebut juga kesamaan yang tidak sama. Artinya, meskipun sama tapia da juga ketidaksamaannya. Contoh, kata pahit bersinonim dengan kata getir. Kita bisa mengatakan obat itu pahit, tapi tidak bis akita katakana obat itu getir. Demikian juga dengan kata mayat bersinonim dengan kata bangkai, namun dalam pemakaiannya tidak sama; bangkai hewan bukan bangkai manusia. Kata mati bersinonim dengan meninggal, berpulang, wafat, mangkat, tutup usia, gugur, tewas, ajal, sudah tiada, namun dalam penggunaannya tidak sama. Kata mati sendiri bervariasi. Mati mampus, mati konyol, mati sahid, mati lemas, mati suri.

Kata yang berlawanan arti disebut antonim. Biasanya kata sifat yang mengandung antonim seperti kaya – miskin, besar – kecil, baik – buruk. Tapi tidak semua kata sifat mengandung pertentangan. Misalnya kata sifat menyangkut warna. Kalau kita mengatakan hitam lawannya putih. Ini biasa kita pertentangkan. Tapi kalau warna merah, kuning, hijau, jingga, abu-abu, biru, blau, apa lawannya? Tidak ada.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons