Scroll to Top
Vaksin Baik untuk Penyandang Disabilitas
Posted by maxfm on 26th November 2021
Sapa Psikolog : Mengatasi Kecemasan Vaksinasi bagi Penyandang Difabel

MaxFM, Waingapu – Pemberian vaksinasi Covid-19 penting dan baik untuk diberikana kepada penyandang disabilitas, karena penyandang disabilitas termasuk kelompok rentan yang harus dilindungi dengan pemberian vaksin. Keluarga, tenaga kesehatan, hingga psikolog mempunyai peran penting untuk pelayanan vaksinasi bagi penyandang disabilitas.




Hal ini disampaikan psikolog asal Semarang, Kuriake K, S.psi., M.Si. dalam talkshow bersama Radio Max 96.9 FM Waingapu bertajuk mengatasi kecemasan vaksinasi bagi penyandang disabilitas, Kamis (25/11/2021) siang hingga petang, acara ini didukung OHANA Indonesia. Ditegaskannya ketakutan-ketakutan yang masih ada harus dilawan untuk bisa mendapatkan pelayanan vaksin guna melindungi diri dari paparan Covid-19 yang bergejala berat.

Kuriake yang juga mengambil bagian sebagai psikolog yang mendampingi pasien positif Covid-19 di ruang isolasi di Semarang sejak awal Pandemi menegaskan efektivitas vaksin telah terbukti mengurangi gejala-gejala berat yang sering dialami oleh pasien positif Covid-19 di awal Pandemi dan saat ini saat banyak masyarakat sudah mendapatkan pelayanan vaksinasi Covid-19.

“Di rumah sakit saya melihat dengan jelas bagaimana perbedaan gejala yang dialami oleh pasien yang belum divaksin dan yang sudah. Jadi Covid itu benar ada dan efektifitas vaksin itu juga ada,” urainya.




Pria yang akrab disapa Ake ini menambahkan, walau prosentase pelayanan vaksinasi Covid-19 di Indonesia terus bergerak naik, jumlah kaum disabilitas yang sudah mendapatkan pelayanan vaksinasi Covid-19 masih sangat sedikit. Padahal kaum disabilitas merupakan salah satu kelompok rentan yang harus mendapatkan prioritas pelayanan seperti yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Vaksin itu baik untuk kaum difabel juga sehingga harus difasilitasi untuk diberikan,” jelasnya.

Mengenai masih adanya keraguan kaum difabel maupun keluarga, Ake menjelaskan hal tersebut membutuhkan kerja sama dengan semua elemen terkait seperti tenaga kesehatan (Nakes) dari Puskesmas terdekat para difabel untuk mendapatkan penjelasan mengenai manfaat vaksin dan kemungkinan-kemungkinan efek setelah mendapatkan vaksin.




“Rumusnya seperti rumus ekonomi yakni kenal, suka, percaya, jadi orang-orang dekatlah yang harus menjelaskan kepada saudara-saudara kita untuk jangan lagi ragu divaksin,” jelasnya.

Ake juga mengapresiasi cara yang sudah dilakukan Polres Sumba Timur yang dengan fasilitas yang dimiliki mau untuk memfasilitasi sejumlah kaum difabel untuk mendapatkan pelayanan vaksin, sehingga elemen masyarakat lain juga perlu mengambil bagian dalam cara yang sama untuk meningkatkan partisipasi kaum difabel dalam mengakses pelayanan vaksinasi Covid-19.

“Kita semua yang bisa membantu memfasilitasi saudara-saudara kita yang difabel harus ikut ambil bagian sebagaimana yang ditunjukkan oleh teman-teman dari Polres Sumba Timur,” ajaknya.




Kepada kaum difabel yang masih merasa ragu atau nantinya saat tiba di lokasi vaksinasi dan gugup atau merasa takut, Ake memberi tips dengan mengatur pernapasan dalam hitungan empat, tujuh, delapan.

“Tarik nafas empat detik, tahan tujuh detik dan lepas perlahan delapan detik,” tandasnya.(TIM)

Show Buttons
Hide Buttons