Scroll to Top
Ibu Pembuang Bayi Terancam 22 Tahun Penjara
Posted by maxfm on 5th Desember 2020
| 2429 views
Kapolres Sumba Timur, Handrio Wicaksono menjelaskan perkembangan kasus pembuangan bayi di Pandawai. (FOTO: ONI)

MaxFm, Waingapu – Ibu pembuang bayi di Kampung Kota Kalimbung, Kelurahan Kawangu, Kecamatan Pandawai, YLN (33) terancam hukuman hingga 22 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 3 Miliar. Ini sesuai dengan pasal yang disangkakan penyidik Polres Sumba Timur kepadanya yakni pasal 76c jo pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) UU nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, subsider pasal 314 KUHP.

Ancaman 22 tahun pidana kurungan terhadap YLN ini terdiri dari pidana utama dengan ancaman pidana kurungan maksimal 15 tahun penjara, dan ancaman hukuman tambahan sebagaimana diatur dalam pasal 314 KUHP, tentang tambahan satu pertiga hukuman dari pidana murni, bagi pelaku yang merupakan bagian dari keluarga korban.

Hal ini disampaikan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sumba Timur, AKBP Handrio Wicaksono, S.IK ini dalam jumpa pers yang berlangsung di ruang vicon Mapolres Sumba Timur, Rabu (2/12/2020) lalu. Dijelaskannya YLN ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, setelah penyidik melakukan pemeriksaan dan mengambil keterangan dari saksi-saksi, maupun YLN.

Dijelaskannya, dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik PPA Polres Sumba Timur, terhadap YLN, pihaknya mendapatkan pengakuan dari YLN bahwa dirinya sendiri yang memutuskan untuk menghabisi nyawa putrinya sendiri, setelah bayi tersebut berhasil dilahirkannya sendiri di kediamannya.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons