
Bawah : Foto Bersama, Bupati Sumba Timur memegang berkas tuntutan Aliansi Tolak Tambang Emas
[Foto: Heinrich Dengi]
MaxFM Waingapu, SUMBA – Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali bersama Wakil Bupati Yonathan Hani menemui dan berdialog langsung dengan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tolak Tambang Emas, di halaman depan Kantor Bupati Sumba Timur, Kamis 7 Mei 2026.
Pertemuan ini berlangsung setelah massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan terkait maraknya aktivitas pertambangan emas ilegal yang merusak lingkungan di wilayah Sumba Timur, termasuk di kawasan konservasi Taman Nasional Manupeu Tana Daru dan Laiwanggi Wanggameti.
Dialog dalam suasana di luar ruangan sambil berdiri dan dihantam terik matahari, Bupati Umbu Lili Pekuwali menyampaikan empat poin penting sebagai jawaban Pemerintah Daerah Sumba Timur atas tuntutan mahasiswa:
Pertama, Pemerintah Sumba Timur menyatakan dukungan penuh terhadap penghentian aktivitas tambang ilegal. Bupati juga mengapresiasi semangat para mahasiswa dalam mengawal kebijakan pemerintah.
Kedua, meskipun instruksi pelarangan telah diterbitkan sejak Maret 2026, Pemda mengakui adanya tantangan topografi yang sulit untuk memantau kegiatan pendulangan di wilayah aliran sungai yang terpencil. Aktivitas pendulangan, kata Bupati, sering kali dilakukan di lereng-lereng pegunungan dan daerah aliran sungai yang sulit dijangkau oleh jajaran pemerintah di tingkat kecamatan maupun desa.
Ketiga, Bupati menekankan pentingnya sinergi antara aparat dan masyarakat terpelajar—termasuk mahasiswa—untuk memberikan edukasi mengenai dampak jangka panjang kerusakan alam bagi generasi mendatang.
Keempat, dalam kesemepatan ini, pemerintah akan tetap fokus menjaga sektor pertanian dan peternakan sebagai potensi ekonomi utama yang lebih menjanjikan dibandingkan pertambangan yang merusak.
Aliansi Tolak Tambang Emas yang terdiri dari berbagai organisasi mahasiswa seperti GMNI, PMKRI, IKMASAL, PERMASTI, dan IKA MASBA, mendapat apresiasi langsung dari Bupati. Ia menyebut dukungan aliansi ini sebagai kekuatan bagi pemerintah untuk menegakkan instruksi pelarangan aktivitas penambangan yang telah dikeluarkan sejak Maret lalu.
“Kami mengapresiasi semangat adik-adik mahasiswa. Ini menjadi energi positif bagi kami di pemerintah daerah untuk lebih tegas menindaklanjuti instruksi pelarangan tambang ilegal,” ujar Bupati dalam dialog tersebut.
Berbeda dengan ketegangan yang sempat terjadi di kantor DPRD, pertemuan di halaman depan kantor bupati berlangsung damai dan konstruktif. Para mahasiswa menerima jawaban pemerintah dan menyatakan akan terus mengawal komitmen tersebut hingga terbukti di lapangan. [HD]







