Scroll to Top
Stok BBM Aman, Harga Subsidi Tak Naik: Pemerintah Hadapi Geopolitik dengan Kebijakan Pro-Rakyat
Posted by maxfm on 2nd April 2026
Stok BBM Aman, Harga Subsidi Tak Naik: Pemerintah Hadapi Geopolitik dengan Kebijakan Pro-Rakyat [Foto: ISTIMEWA]

MaxFM Waingapu, SUMBA – Di tengah ketidakpastian geopolitik global yang masih berlangsung, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa ketahanan energi nasional dalam kondisi aman.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) saat ini berada di atas standar minimal nasional, serta mengumumkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.



Dikutib dari Website Kementrian ESDM, dalam konferensi pers di sela-sela acara Transformasi Budaya Kerja Nasional dan Kebijakan Energi di Seoul, Korea Selatan, Selasa 31 Maret 2026, Bahlil mengungkapkan rasa syukurnya atas kondisi cadangan energi nasional yang masih terjaga. Hal ini menjadi poin penting mengingat ketegangan geopolitik yang masih membayangi stabilitas energi dunia.

“Sekalipun kita tahu semua bahwa ketegangan geopolitik yang belum kita tahu kapan selesai, dan beberapa negara lain telah melakukan berbagai macam kebijakan dalam rangka efisiensi di negaranya, kita bersyukur kepada Allah SWT atas petunjuk dan arahan Bapak Presiden, cadangan BBM kita semuanya di atas standar minimal nasional,” ujar Bahlil.

Selain menjaga stok, pemerintah juga terus mendorong program mandatori Biodiesel 50 persen (B50) pada tahun ini. Kehadiran program yang mencampur 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dengan 50 persen solar ini diperkirakan akan menciptakan surplus stok gasoil di dalam negeri, sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

Merujuk pada arahan Presiden Prabowo Subianto yang selalu menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama, pemerintah memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian harga terhadap BBM subsidi. Artinya, harga Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) atau Pertalite Subsidi masih tetap menggunakan harga lama.




“Presiden selalu memperhatikan bahwa kepentingan rakyat dibawa, terutama kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu ini harus mendapat atensi lebih,” tegas Bahlil.

Untuk menjaga daya beli masyarakat, dipastikan tidak ada kenaikan harga untuk BBM subsidi. Sementara untuk Jenis Bahan Bakar Umum (JBU) atau BBM nonsubsidi, pembahasan mengenai harga masih terus dilakukan pemerintah bersama Badan Usaha Niaga BBM, termasuk Pertamina dan swasta.

Sebagai upaya efisiensi dan menjaga ketersediaan energi, pemerintah juga memberlakukan kebijakan pembelian wajar. Pembelian JBKP (Pertalite) dibatasi maksimal 50 liter per hari per kendaraan. Pembatasan serupa juga diberlakukan untuk JBT (Solar subsidi) bagi mobil pribadi, sementara untuk kendaraan umum penumpang dan barang tidak dikenakan perubahan.



Di sisi lain, Kementerian ESDM berkomitmen untuk mempercepat kajian kebijakan agar dapat menyesuaikan diri dengan dinamika harga energi dunia yang bergerak cepat, khususnya di sektor minyak dan gas bumi (migas).

Mengakhiri pernyataannya, Bahlil mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga stabilitas energi dengan menggunakan energi secara bijak.

“Stabilitas ini tidak bisa dijaga sendiri oleh pemerintah. Perlu dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat dengan menggunakan BBM secara bijak. Kita ikut menjaga ketersediaan energi tetap aman dan merata untuk semua,” pungkasnya. [Team]

Show Buttons
Hide Buttons