Scroll to Top
PJS Bupati Sumba Timur Ingatkan Warga Bahaya Anti Microbial Resistance
Posted by maxfm on 18th November 2024
Penjabat Sementara (PJS) Bupati Sumba Timur Ruth Diana Laiskodat, S.Si., Apt. MM [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM Waingapu, SUMBA – Loka Pengawasan Obat dan Makanan (Loka POM) di Kabupaten Sumba Timur menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik, Sosialisasi Pencegahan Anti Microbial Resistance (AMR) dan Peluncuran Inovasi Ayo Buang Sampah Obat (ABSO).

Baca juga:
Peran AgenBRILink Dekatkan Akses Perbankan bagi Masyarakat di Kabupaten Rejang Bengkulu

Penjabat Sementara (PJS) Bupati Sumba Timur Ruth Diana Laiskodat saat membuka kegiatan ini menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Loka POM di Kabupaten Sumba Timur yang telah berupaya menyelenggarakan kegiatan yang sangat berguna bagi kehidupan masyarakat di Kabupaten Sumba Timur.




“Kami memandang bahwasanya kegiatan ini sangat penting karena seiring perkembangan teknologi dan informasi saat ini, masyarakat perlu disadarkan dan diberikan pemahaman yang tepat terkait Anti Microbial Resistance (AMR) agar masyarakat lebih berhati – hati dalam mengkonsumsi obat – obatan dan kosmetik yang ditawarkan melalui media sosial,” kata PJS Bupati Sumba Timur Ruth Diana Laiskodat, Senin, 18 Oktober 2024 di Aula Setda Sumba Timur.

Baca juga:
BRI Hadirkan Kemudahan Investasi Sukuk Tabungan ST013 Melalui BRImo

PJS Bupati Sumba Timur Ruth Laiskodat menjelaskan, saat ini banyak pihak yang ingin mencari keuntungan dengan menawarkan berbagai produk obat dan kosmetik tanpa kita tau apa efek samping dari produk tersebut.



“Masyarakat awampun kemudian semakin mudah mencari informasi terkait obat – obatan melalui media internet kemudian membeli obat untuk penyakit yang dideritanya tanpa pemeriksaan dan resep dokter terlebih dahulu. Hal ini tentunya akan berdampak pada Resistensi Microbial yang sangat membahayakan bagi kesehatan kita karena ketika terjadi resistensi pada obat terentu maka obat yang kita gunakan tersebut tidak akan mampu lagi menyembuhkan penyakit yang ada di dalam tubuh kita, jelas PJS Bupati Sumba Timur Ruth Laiskodat.

Baca juga :
Bekali Peserta dengan Keterampilan dan Pengetahuan, BRI Peduli Berdayakan Eks Pekerja Migran Indonesia (PMI)

Masih penjelasan PJS Bupati Sumba Timur Ruth Laiskodat, untuk itu masyarakat perlu diedukasi untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pengendalian resistensi antimikroba, baik melalui komunikasi, pendidikan dan pelatihan serta konsultasi publik seperti yang kita laksanakan hari ini.




Melalui momentum kegiatan ini urai PJS Bupati Sumba Timur Ruth Laiskodat, juga dilaksanakan peluncuran inovasi Ayo Buang Sampah Obat (ABSO).

Baca juga :
Umat Muslim yang Pilih Trump Kecewa Dengan Pilihan Pejabat Pro-Israel

“Inovasi ini perlu kita laksanakan mengingat kondisi kemajuan jaman saat ini, dimana terjadi peredaran obat-obatan termasuk antibiotika secara bebas di masyarakat yang berdampak pada meningkatnya antibiotika yang tidak terpakai karena sudah rusak atau kedaluwarsa. Obat kedaluwarsa atau rusak dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan lingkungan. Menyimpan obat yang sudah tidak diperlukan maupun yang kedaluwarsa dan rusak di rumah dapat membahayakan kesehatan karena obat tersebut sudah tidak memberikan efek terapi dan berpotensi memberikan efek samping yang tidak diinginkan jika digunakan.” ujar PJS Bupati Sumba Timur Ruth Laiskodat.




Baca juga:
KPR BRI Property Expo 2024 Berikan Kemudahan dan Keuntungan Maksimal Bagi Calon Nasabah

Masih kata PJS Bupati Sumba Timur Ruth Diana Laiskodat, pembuangan obat kadaluwarsa, obat sisa, dan obat rusak harus dilakukan dengan benar agar tidak disalahgunakan atau dimanfaatkan oleh oknum untuk membuat obat ilegal atau palsu yang dapat membahayakan masyarakat luas. [HD]

Show Buttons
Hide Buttons