
MaxFM Waingapu, SUMBA – Gelombang antusiasme masyarakat Sumba Timur terhadap program rekrutmen tenaga kerja untuk kawasan tambak udang terintegrasi terus menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan. Hanya dalam kurun waktu tiga minggu sejak pendaftaran dibuka, total pelamar yang telah mengambil Surat Tanda Daftar Pencari Kerja (AK1) mencapai angka 2.098 orang.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumba Timur, Markus Windi, di ruang kerjanya, Senin 2 Maret 2026.
“Sejak 10 Februari sore, bertepatan dengan peluncuran oleh Dirjen Budi Daya dan Kepala BPSDM Kelautan dan Perikanan, hingga hari ini, sudah 2.098 orang yang mengambil AK1, baik secara manual maupun online,” jelas Markus Windi kepad Jurnalis Radio MaxFM.
Pendaftaran yang akan berlangsung hingga 10 April 2026 ini membuka 3.000 lowongan kerja yang terbagi dalam empat formasi utama, yaitu Anak Tambak, Teknisi Tambak, Teknik Mesin, dan Tenaga Laboratorium. Pemerintah Daerah memastikan bahwa putra-putri asli Sumba Timur menjadi prioritas utama dalam rekrutmen ini.
“Hampir seluruh pengambil AK1 adalah anak-anak Sumba Timur. Sesuai arahan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam sosialisasi, prioritas utama diberikan untuk putra daerah,” tegas Markus. Ia pun mengimbau masyarakat yang memenuhi syarat dan belum mendaftar untuk segera memanfaatkan kesempatan emas ini.
Menariknya, pendaftaran juga terbuka bagi siswa kelas 3 SMA/sederajat. “Persyaratannya cukup dengan menunjukkan fotokopi rapor dari semester 1 hingga semester 5. Saat ini sudah ada siswa SMA yang mendaftar,” tambahnya.
Pemerintah optimis target 3.000 pelamar dapat terlampaui hingga mencapai 4.000 sampai 5.000 pendaftar. Hal ini penting untuk mengantisipasi proses seleksi administrasi dan tahapan lainnya yang akan dimulai setelah 10 April 2026. Rangkaian seleksi meliputi pemeriksaan kesehatan, psikotes, wawancara, hingga berbagai tes kompetensi lainnya.
Dipersiapkan Menjadi SDM Unggul Kelas Dunia
Kepala Disnakertrans menegaskan bahwa rekrutmen dini ini bertujuan untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal sebaik mungkin. Para calon pegawai yang nantinya lolos tidak akan langsung ditempatkan, melainkan akan menjalani program pendidikan dan pelatihan intensif dari KKP kurang lebih selama satu tahun.
“Tambak ini bukan pekerjaan biasa. Oleh karena itu, mereka akan dididik dengan kurikulum yang menggabungkan teori dan praktik, dengan porsi praktik yang lebih besar. Bahkan, akan ada pelatihan semi-militer selama satu bulan untuk membangun kedisiplinan, kesiapan fisik, mental, serta semangat kerja yang tinggi,” papar Markus Windi.








