
MaxFM Waingapu, SUMBA – Suasana meriah menyelimuti Taman Wisata Swembak, Matawai, Sumba Timur ketika Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, secara resmi membuka Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Humba Merdeka Festival 2026, Kamis, 30 juli 2026, malam. Peresmian yang ditandai dengan prosesi pengguntingan pita ini menjadi momentum penting dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sumba Timur.
Yang membuat perhelatan tahun ini istimewa adalah inisiatifnya yang lahir dari para pelaku USHA Mikro Kecil Menengah (UMKM) setempat. Setelah vakum selama enam tahun akibat pandemi COVID-19 dan badai Seroja, serta kendala anggaran pemerintah, para pelaku usaha kecil justru menjadi motor penggerak kebangkitan THR. Mereka secara aktif mendatangi rumah jabatan bupati dan wakil bupati untuk menyampaikan aspirasi agar THR kembali digelar.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kemandirian para pelaku UMKM. Mereka tidak hanya mengusulkan, tetapi juga menyatakan kesiapan untuk menyiapkan tenda dan fasilitas logistik secara mandiri. Pemerintah hanya memfasilitasi tempat dan izin pelaksanaan,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Acara peresmian langsung dilanjutkan dengan dimulainya turnamen futsal sebagai pembuka rangkaian kegiatan olahraga yang akan berlangsung selama sebulan penuh, dari 30 Juli hingga 31 Agustus 2026. THR sendiri menghadirkan 88 lapak yang terdiri dari 32 lapak permainan ketangkasan, 20 lapak kuliner, serta 36 lapak makanan dan minuman, yang semuanya dikelola oleh UMKM lokal.
Sementara itu, Humba Merdeka Festival hadir sebagai bagian yang tak terpisahkan yang menyasar pengembangan bakat generasi muda. Festival ini menjadi panggung bagi anak-anak dan remaja Sumba Timur untuk menampilkan kemampuan di bidang seni, budaya, dan olahraga di hadapan masyarakat luas. Berbagai lomba seperti tari tradisional Sumba, fashion show busana adat, lomba menggambar motif Sumba, lomba lulut, lomba maka, lomba konten kreator durasi 81 detik, serta lomba pangan lokal turut memeriahkan acara.
“Kami ingin THR menjadi pusat ekonomi kerakyatan, sementara Humba Merdeka Festival menjadi ruang ekspresi budaya dan kreativitas anak muda. Keduanya saling melengkapi,” tambah Bupati.
Pemerintah daerah berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat terus berlanjut di masa depan dengan perencanaan yang lebih matang dan efisien, melibatkan seluruh perangkat daerah. Dengan sinergi antara UMKM, komunitas seni, dan pemerintah, perayaan kemerdekaan tahun ini dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat—dari mama-mama pedagang hingga generasi muda berbakat Sumba Timur. [MaxFMWgp]








