Scroll to Top
Syok Didiagnosa Usus Buntu, Syukur Biaya Ditanggung JKN Sepenuhnya
Posted by maxfm on 24th Desember 2025
Syok Didiagnosa Usus Buntu, Syukur Biaya Ditanggung JKN Sepenuhnya [Foto: ISTIMEWA]

MaxFM Waingapu, SUMBA – Arsiana Ata Ambu (25), warga Desa Maidang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, mulanya hanya mengira sakit yang dirasakan di perutnya adalah keluhan biasa. Namun, nyeri yang tak kunjung reda selama tiga bulan terakhir, bahkan hingga menyulitkannya buang air besar dan berdiri lama, akhirnya memaksanya mencari pertolongan medis. Aktivitas sehari-hari perempuan muda itu pun menjadi sangat terbatas akibat rasa sakit yang terus menghantui.

Baca juga:
Manfaat JKN Makin Terasa, Claudia Apresiasi BPJS Kesehatan

Merasa tak lagi kuat menahan sakit yang datang silih berganti dengan intensitas semakin parah, Arsiana pun memutuskan untuk memeriksakan diri ke sebuah puskesmas di Sumba Timur. Di puskesmas, ia menjalani serangkaian pemeriksaan awal. Hasil diagnosis sementara mengejutkannya; ada komplikasi penyakit yang ia alami, salah satunya akibat iritasi perut, sehingga ia harus dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.



Kepanikan sempat menyergap hati Arsiana mendengar kabar bahwa sakit perut yang ia anggap sepele ternyata memerlukan penanganan serius. Dengan penuh kekhawatiran, ia melanjutkan pemeriksaan ke rumah sakit rujukan. Hasil pemeriksaan lanjutan di rumah sakit itu akhirnya mengungkap diagnosa yang sebenarnya: Arsiana mengalami gangguan usus buntu akut yang harus segera dioperasi.

Baca juga:
Kisah Cemburu yang Berdarah: Dari Kebun Jagung ke Warung Ayam, Pengakuan Pelaku yang Mengejutkan

Di tengah kekagetannya atas kondisi kesehatannya, satu hal paling mendesak terlintas di benak Arsiana: biaya pengobatan. Bagaimana mungkin ia, warga biasa dari pelosok Sumba, mampu membiayai prosedur operasi yang tentu tidak murah? Namun, kegelisahannya terjawab dan berganti kelegaan yang mendalam. Ternyata, sebagai peserta aktif Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), seluruh biaya perawatan dan operasinya ditanggung sepenuhnya.



Baca juga:
Jaga Kondusivitas, Kapolres Sumba Timur Keluarkan Himbauan Khusus Jelang Nataru

“Puji Tuhan, saya benar-benar cukup hanya menunjukan kartu JKN saya. Petugas rumah sakit dengan sigap melayani,” ujar Arsiana, mengungkapkan rasa syukurnya. Ia menyadari, tanpa JKN, mustahil baginya mencari dana operasi, terlebih saat kondisinya sedang lemah dan tak bisa beraktivitas normal. Beban fisik dan psikisnya tentu akan berlipat ganda.




Saat ini, Arsiana sedang menjalani masa pemulihan pasca-operasi dengan perasaan tenang. Selain terbebas dari beban biaya, ia juga mendapat pemantauan rutin dari dokter dan tenaga kesehatan. Pengalamannya ini membuatnya sangat menghargai keputusan untuk mendaftar JKN dulu, yang waktu itu hanya ia lakukan berdasarkan saran teman tanpa bayangkan akan sangat dibutuhkan.

Baca juga:
Fakta- Fakta Pembangunan Tambak Udang Raksasa dan Moderen di Sumba Timur

Menutup kisahnya, Arsiana berpesan kepada masyarakat, khususnya yang belum menjadi peserta, agar tidak menunda pendaftaran JKN. “Jangan tunggu sakit dulu baru daftar. Karena kita gak tahu kapan akan butuh. Lebih baik dari sekarang, pastikan sudah terdaftar dan aktif,” tuturnya dengan penuh harap. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa jaminan kesehatan adalah tameng vital di saat-saat tak terduga. (ok/vd)

Show Buttons
Hide Buttons