
MAxFM Waingapu, SUMBA – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali menunjukkan perannya sebagai pelindung finansial bagi masyarakat Indonesia di saat sakit. Fredikson Manno (31), warga Kadumbul, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, merasakan langsung manfaat besar program BPJS Kesehatan ini saat menghadapi diagnosis kanker darah.
Baca juga:
Berikan Rasa Aman, Tatu Andalkan JKN Saat Sakit
Awal tahun ini, Fredikson mulai merasakan gejala pusing berkepanjangan dan tubuh lemas. Setelah pemeriksaan, kadar hemoglobinnya diketahui sangat rendah. Pemeriksaan lebih lanjut membawa kabar berat: ia divonis menderita kanker darah tahap awal.
“Jujur saja, waktu pertama kali mendengar hasil pemeriksaan, saya langsung terpikir soal biaya. Saya hanya bekerja serabutan, penghasilan tidak menentu… Rasanya seperti tidak ada jalan keluar,” kenang Fredikson, yang berprofesi sebagai buruh tani.
Namun, keputusasaan itu berubah menjadi kelegaan ketika ia menyadari dirinya telah terdaftar sebagai peserta JKN. “Berkat JKN saya benar-benar terbantu, tidak ada biaya yang harus saya keluarkan di luar ketentuan. Semua jelas dan transparan. Ini yang membuat saya lebih tenang,” ujarnya.
Baca juga:
Berikan Berbagai Kemudahan, Lucyana : Semua Bisa Lewat Mobile JKN
Bagi keluarga dengan penghasilan pas-pasan seperti Fredikson, biaya pengobatan penyakit serius seperti kanker bisa menjadi ancaman yang menghancurkan. Diagnosis tersebut tak hanya membebani fisik, tapi juga psikis dan finansial.
“Saya merasa terbantu karena sudah terdaftar sebagai Peserta JKN. Kalau bukan karena JKN, mungkin saya sudah menyerah,” ungkapnya dengan penuh syukur.
Fredikson menekankan pentingnya kepastian akses layanan kesehatan. Ia menyadari banyak pasien penyakit kronis terpaksa menghentikan pengobatan karena terbebani biaya. Dengan JKN, semua prosedur medis yang dijalaninya—mulai dari pemeriksaan, transfusi darah, hingga rencana terapi lanjutan—dapat dilakukan tanpa hambatan finansial.
Baca juga:
Dirawat Inap Seminggu Lawan GERD, Perawat ini Bersyukur Ditanggung JKN
“Saya tidak pernah menyangka akan terkena kanker darah. Tapi syukurlah saya sudah terdaftar sebagai peserta JKN. Kalau tidak, mungkin saya tidak bisa mendapatkan pengobatan seperti sekarang,” katanya.
Meski masih harus menjalani serangkaian perawatan, Fredikson tetap optimis. “Saya ingin sembuh, bisa bekerja lagi, dan menghidupi keluarga saya. Saya percaya dengan pengobatan yang saya jalani, ditambah semangat dari orang-orang sekitar, semua akan menjadi lebih baik.”
Di akhir perbincangan, Fredikson berpesan kepada masyarakat agar segera mendaftar JKN. “Kita tidak pernah tahu kapan sakit datang. Saya sendiri tidak pernah menyangka akan mengalami penyakit ini. Untung saja saya sudah jadi peserta JKN, kalau tidak, saya tidak tahu bagaimana nasib saya sekarang.”
Baca juga:
Syok Didiagnosa Usus Buntu, Syukur Biaya Ditanggung JKN Sepenuhnya
Program JKN hadir untuk menjamin hak seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas dan komprehensif. Kisah Fredikson membuktikan, di tengah ketidakpastian hidup, JKN memberikan rasa aman dan perlindungan dari risiko finansial saat sakit.







