
MaxFM WAINGAPU – Aliran air dari Bendung Kambaniru hingga saat ini belum normal ke areal persawahan Mauliru, Kelurahan Mauliru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur.
Hal ini kemudian menjadi alasan bagi para petani di wilayah ini untuk menunda menanam padi di lahan persawahan mereka.
Sebagian petani kemudian memilih untuk menanam areal persawahan mereka dengan tanaman lain seperti jagung dan juga sayur-sayuran.
Walau demikian tidak semua petani dapat menanam lahan pertanian mereka dengan jagung maupun tanaman lain.
Pasalnya khusus untuk tanaman jagung, para petani mengaku kesulitan mendapatkan bibir jagung karena mereka mengalami gagal panen di musim tanam lalu.
Hal ini diungkapkan Agustinus K. Retang (53) saat ditemui di lahan pertanian nya Senin (19/02/2024).
Agustinus mengaku menanam lahannya menggunakan bibit jagung lokal yang didapatkan dari kerabatnya.
Sebab bibit jagung yang dijanjikan pemerintah untuk dibagikan sesuai pendataan awal Januari 2024 lalu hingga kini tidak kunjung diterima.
“Kami tidak tahu apakah memang bibitnya tidak ada dari pemerintah atau bagaimana, karena kami tidak dapat lagi informasi setelah pendataan,” ungkapnya.
Mince Takandjanji menambahkan mereka sempat membeli bibit jagung hibrida untuk ditanam. Namun sayangnya setelah ditanam jagungnya tidak tumbuh.
Karena itu mereka terpaksa mencari bibir jagung lokal untuk menanam sebagian lahan pertanian mereka dengan memanfaatkan musim penghujan yang ada.
Mengenai bibit jagung yang dijanjikan pemerintah, keduanya mengakui bibit jagung yang mereka beli dan menanam di lahan pertanian mereka tidak cukup.
Karena itu jika bibit jagung yang disediakan pemerintah masih tersedia bagi mereka, mereka akan sangat bersyukur karena bisa menambah lahan pertanian yang ditanami jagung.
“Kalau masih ada bibit jagung untuk kami, pasti akan kami terima dan tanam, karena bibit kami terbatas sehingga tidak semua lahan ditanami,” ungkapnya.(ONI)








