
MaxFM WAINGAPU – Cuaca mendung hingga hujan yang melanda Pulau Sumba dalam beberapa hari terakhir tidak akan berlangsung lama.
Kedaan mendung dan hujan di musim panas Juni ke Juli 2023 hanya anomali cuaca di atas permukaan pulau Sumba.
Hal ini dijelaskan Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorogi Bandara Umbu Mehang Kunda Muhammad Subagya Prihatmaja Sains Al Besari kepada MaxFM di acara Warga Bicara Senin (03/07/2023) pagi.
“Tiga hari yang lalu itu memang ada pola siklonik dimana pola siklonik ada awan-awan berkumpul di bagian Timur Sumba sehingga menyebabkan hujan, selain itu ada juga belokan angin di sekitar Sumba Timur sehingga awan-awan ketika mau bergerak akan melambat dan terjadi penumpukan awan dan menyebabkan hujan,” jelas Prakirawan cuaca Stamet Bandara UMK Muhammad Subagya.
Tambah prakirawan cuaca STAMET Bandara UMK Muhammad Subagya dari pantauan pihaknya kelembapan udara terjadi dari lapisan bawah hingga lapisan atas dan mendukung terjadinya awan konvektif yang sebabkan cuaca berawan dan hujan.
Menurut prakirawan cuaca STAMET Bandara UMK Muhammad Subagya kondisi cuaca mendung hingga hujan paling lama akan berlansung selama seminggu, selanjutnya cuaca akan Kembali normal menuju puncak EL Ninon di Agustsus 2023.
Dari pantauan maxfmwaingapu.com cuaca mendung dan hujan lebat merata terjadi dari Waingapu hingga Lewa sejak Jumat (30/06/2023) hingga Minggu (02/07/2023).
Dalam perjalanan dari Waingapu hingga Desa Uma Manu Kecamatan Lewa Tidahu pada Sabtu (01/07/2023) cuaca mendung hingga hujan lebat, dalam perjalan dari Lewa – Lai Hau – Uma Manu pergi dan pulang cuaca berkabut tebal disertai hujan rintik hingga deras sejak siang hingg sore hari.
Keadaan cuaca pada Senin (03/07/2023) sejak pagi hingga malam di Waingapu hanya mendung dan tidak terjadi hujan. [HD]








