Scroll to Top
TJPS Pola Kemitraan Terbukti Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Posted by maxfm on 31st Maret 2022
Panen Jagung di Sumba Barat Daya [Foto: Dinas Pertanian NTT]

MaxFM, Waingapu – Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) Pola Kemitraan yang digulirkan Pemprov NTT telah terbukti meningkatkan ekonomi masyarakat petani.



Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Lecky F. Koli menyampaikan hal ini melalui sambungan telepon dengan Radio Max 96.9 FM Waingapu, Kamis (31/03/2022).

Dijelaskannya hal ini sudah terbukti dengan hasil panen dan harga jual jagung petani di Kabupaten Sumba Barat Daya beberapa waktu lalu.




Dimana tidak hanya hasil panen per hekta are lahan petani yang meningkat, namun harga beli jagung dari petani juga mengikuti harga jagung nasional sehingga harganya jauh diatas harga beli terendah yang menjadi kesepakatan bersama antara Pemprov NTT dan off taker.

“Harga terendah sesuai kesepakatan kita itu Rp 3.200/kg, namun kemarin harga jagung nasional ada di Rp 4.150-Rp 4.200/kg dan off taker membelinya dengan harga itu,” jelas Lecky.



Mantan penjabat Kepala Bappeda Provinsi NTT ini menambahkan selain harga yang bagus tersebut, hasil panen petani juga meningkat cukup signifikan dari hasil panen petani saat mengolah lahan dan menanam jagung dengan pola lama.

“Kalau sebelumnya petani hanya bisa panen 2,4 ton/Ha, dengan TJPS pola kemitraan kemarin satu hekta are bisa mencapai sembilan ton dengan kadar air 15 persen,” jelasnya.




Perubahan kehidupan petani jagung di Kabupaten SBD ini menurut Lecky tidak hanya bagi petani yang menanam jagung dari program TJPS pola kemitraan.

Panen Jagung di Sumba Barat Daya [Foto: Dinas Pertanian NTT]

Sebab off taker yang membeli jagung masyarakat ini membeli jagung dari semua petani jagung yang panen dan mau menjual jagungnya ke off taker.




“Saat ini of taker kita membeli jagung delapan sampai 10 ton per hari dan kita sedang usulkan untuk dinaikkan menjadi 15 hingga 20 ton per hari,” jelasnya.

Atas keberhasilan ini, pihaknya terus mengembangkan program TJPS pola kemitraan ini di SBD yang saat ini sedang dilaksanakan penanaman berkelanjutan dengan target 3.500 hekta are di musim tanam kedua saat ini.



“Untuk musim tanam di musim hujan nantinya ditargetkan 10 sampai 15 ribu hekta are lahan yang ditanami jagung di SBD,” tuturnya.

Selain di SBD, Lecky mengaku TJPS pola kemitraan yang melibatkan lembaga perbarkan dan off taker ini sedang terus dikembangkan di seluruh kabupaten/kota di NTT.




“Kita terus dorong petani untuk semakin banyak yang mau menanam jagung prpgram TJPS pola kemitraan ini karena pengentasan kemiskinan benar-benar bisa kita kerjakan dengan hanya tanam jagung,” tandasnya.(TIM)

Show Buttons
Hide Buttons