Scroll to Top
Quo Vadis Birokrasi Sumba Timur?
Posted by maxfm on 24th Februari 2021
| 1560 views
Stepanus Makambombu, Direktur Stimulant Institute Sumba [Foto: Dokumentasi Pribadi]

MaxFM, Waingapu – Perjalanan birokrasi di Sumba Timur selama lebih kurang sepuluh tahun terakhir mengkhawatirkan. Institusi abdi masyarakat ini berada dalam persimpangan jalan. Ideal birokrasi sebagaimana yang diamanatkan bapak birokrasi Max Weber semakin jauh untuk diwujudkan. Pengelolaan birokrasi terperangkap dalam praktik Birokrasi Parkinson dan atau Birokrasi Orwel (Evers dan Schiel 1990), bahkan tidak sedikit yang mempraktikkan Birokrasi Kapitalisme (Robison 1986). Keterperangkapan ini semakin menjauh dari praktik birokrasi yang profesional, dan cenderung menjurus pada melembaganya praktik birokrasi petualang. Bahayanya, keterperangkapan ini dianggap sebagai sebuah kelaziman dan tertoleransi publik, terutama dari sudut pandang politik praktis. Sikap dan pandangan yang permisif ini telah mendegradasi peran dan fungsi birokrasi yang sesungguhnya. Birokrasi sebagai alat negara yang mengabdi dan melayani kepentingan masyarakat tidak efektif dan tidak produktif (mandul). Mandulnya fungsi birokrasi telah menciptakan kemandegan pembangunan daerah yang berdampak buruk bagi upaya perbaikan kesejahteraan masyarakat.




Anomali Birokrasi: Profesionalisme ke Petualangisme

Terjadi anomali dalam praktik mengelola birokrasi. Merit system sebagai sebuah instrumen rekruitmen pejabat tidak berjalan sebagaimana mestinya. Meskipun prosedurnya dijalankan, seperti fit and proper test tetapi keputusannya berbasis like and dislike, bahkan transaksional “kelompok kita” atau “kelompok mereka”. Keputusan yang demikian melahirkan inkompetensi dan inkompatibel dalam penempatan pejabat publik pada posisi dan kewenangannya. Minimnya terobosan dalam menjalankan layanan publik maupun menjawab aspirasi publik adalah dampak dari kebijakan yang buruk. Outputnya hanya bisa menghasilkan pejabat publik yang dapat menjalankan rutinitas tugas pokok dan fungsinya tanpa inovasi.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons