Scroll to Top
Pandai Bahasa dan Pandai Berbahasa
Posted by Frans Hebi on 10th Januari 2021
| 989 views
Frans W. Hebi – Penulis Buku Autobiografi Frans W. Hebi Wartawan Pertama Sumba, Pengasuh Acara Bengkel Bahasa Max FM [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM, Waingapu, Sekolah di Radio – Seorang pandai bahasa belum tentu pandai berbahasa. Demikian sebaliknya, orang yang pandai berbahasa belum tentu pandai bahasa.

Pandai bahasa di sini tidak dimaksudkan menguasai banyak bahasa (multi lingual). Tapi dimaksudkan menguasai suatu bahasa yang menjadi bahasa umum, bahasa pengantar, bahasa persatuan, atau bahasa nasional, dalam hal ini Bahasa Indonesia.




Penguasaan mencakup semua unsur kebahasaan seperti sintaksis dan semantik. Sintaksis adalah ilmu yang mempelajari tata kalimat. Kita mengenal ragam kalimat seperti kalimat berita, kalimat tanya, kalimat perintah, kalimat pengandaian. Ditinjau dari bentuk kata kerjanya, ada kalimat aktif dan kalimat pasif. Berdasarkan jenis kata predikatnya ada kalimat verbal dan kalimat nominal. Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya terdiri dari kata kerja, seperti belajar, bermain, menonto, dll. Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya terdiri dari kata benda, kata sifat, kata bilangan, kata ganti orang, kata keterangan.

Ditinjau dari lengkap tidaknya jabatan kata, ada kalimat sempurna dan kalimat tidak sempurna. Dikatakan sempurna kalau kalimat mempunyai subyek, predikat, obyek dan keterangan. Dikatakan tidak sempurna (kalimat elips) jika kalimat hanhya terdiri dari satu unsur, misalnya hanya subyek, atau predikat. atau obyek dan keterangan.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons