Scroll to Top
Tahun Baru, Mindset Baru!
Posted by Evi Silvian Rospita on 30th Desember 2020
| 1746 views
Evi Silvian Rospita – Pegiat Pendidikan [Foto: Istimewa]

MaxFM, Waingapu – Tersisa beberapa jam lagi kita akan segera mengakhiri perjalanan hidup di tahun 2020 yang penuh dengan kejutan dan tantangan. Selanjutnya kita akan segera memasuki tahun 2021, yang tentunya masih akan kita hadapi berbagai tantangan disana. Namun sebagai manusia yang berpengharapan, tentu masing-masing kita memiliki harapan untuk bisa menjadi lebih baik di tahun yang baru nanti.

Sebagai salah satu alternatif yang mungkin dapat kita masukkan dalam daftar perubahan yang dapat dilakukan di tahun 2021 adalah perubahan pola pikir (Mindset) kita dalam memandang sebuah tantangan, sehingga ketika menghadapi tantangan yang sulit kita dapat menggunakan pandangan yang berbeda untuk mencari solusi.

Carol S. Dweck Ph.D dalam bukunya Mindset memperkenalkan dua pola pikir, yakni pola pikir tumbuh (Growth Mindset) dan pola pikir tetap (Fixed Mindset). Pola pikir tetap digambarkan sebagai pola pikir yang menganggap bahwa suatu hal memang semestinya terjadi dan tidak ada lagi yang bisa dilakukan untuk mengubahnya. Kebalikannya, pola pikir tumbuh menganggap bahwa semua tantangan adalah proses yang memberikan kita kesempatan untuk belajar untuk menjadi lebih baik.

Lalu, apa pentingnya kita memiliki pola pikir berkembang di tahun mendatang? Karena rencana apapun yang kita miliki, akan menjadi hal yang sulit diwujudkan bila kita masih menggunakan pola pikir tetap. Misalnya, tahun depan kita memiliki target menjadi seorang penulis yang baik. Kemudian kita mencoba menulis untuk beberapa media, dan ditolak. Jika kita memiliki mindset tetap maka kita akan berpikir bahwa, “Ah tulisan saya tidak cukup layak untuk diterbitkan. Sudahlah mungkin menulis bukan bidang saya.” Maka keinginan kita untuk bisa lebih baik lagi dalam menulis akan terhenti di situ. Namun, apabila kita memiliki pola pikir tumbuh, kita akan terus bertanya baik pada diri sendiri maupun kepada orang-orang yang terlibat dengan kita. “Mengapa tulisan ini ditolak? Apa yang bisa saya perbaiki dari tulisan saya? Bagaimana cara membuat tulisan saya lebih menarik?”

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons