Scroll to Top
Puncak Musim Hujan Februari – Maret 2020 di Sumba Timur
Posted by maxfm on 30th Januari 2020
| 1419 views
Kepala Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda Sumba Timur, Elias Limahelu

MaxFM, Waingapu – Terdapatnya tiga titik tekanan rendah di perairan utara Australia dan pusaran tekanan rendah yang ada di perairan Sulawesi menyebabkan kurangnya hujan di wilayah Sumba Timur dalam beberapa hari terakhir. Tekanan rendah ini menyebabkan awan yang tercipta karena adanya suhu permukaan laut yang hangat di Sumba, justru bergerak ke utara Australia dan juga Sulawesi.

Prakirawan stasiun Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) Umbu Mehang Kunda Waingapu, Yeni Margareth Thenu, menjelaskan hal ini kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (27/1/2020) lalu. Dijelaskannya suhu permukaan laut Sumba sudah cukup hangat sebagai sebab adanya penguapan untuk membentuk awan yang memungkinkan terjadinya hujan. Namun karena adanya tiga titik tekanan rendah di wilayah utara Australia dan wilayah perairan Sulawesi, awan yang terbentuk di udara Sumba Timur, justru bergerak ke Australia dan Sulawesi. Hal inilah yang menyebabkan tidak adanya hujan di Sumba Timur beberapa hari terakhir.



“Jadi masa udara atau uap air yang ada di Pulau Sumba ini tertarik ke pusat-pusat tekanan rendah ini. Jadi kita kurang awan. Tekanan rendah ini juga menyebabkan Rh atau kelembaban udara di lapisan 700 milibar itu menjadi kering, sehingga pertumbuhan awan-awan hujan itu dia terhambat dan tidak sampai atas,” jelasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons