Scroll to Top
SUMBA BANGKIT DENGAN “3 BISA”
Posted by maxfm on 16th Oktober 2019
| 1695 views
KEBAMOTO

MaxFM, Waingapu – Semua orang Sumba pasti memikirkan Sumba tanah kelahirannya. Saya telah meninggalkan Sumba hampir 35 tahun di perantauan. Puji Tuhan saya menetap kembali di Sumba saat ini. Dan denyut nadi Sumba, “tana ole milla, ole dadi” menjadi pergumulan dan perenungan setiap detak jantung saya.

Bagaimana tidak. Jangankan untuk air pertanian, sebahagian besar masyarakat Sumba sangat kekurangan air minum. Tahun ini saja banyak mata air yg kering. Masyarakat mencari air minum di tempat yg jauh. Di tana righu, rakyat membeli air seriap hari 3 jerigen 10-20 ribu rupiah dengan uang hasil jual kemiri. Nasib daerah Laura, Loki dan lain-lain juga sama dalam urusan air minum saja.

Hampir 90% daratan Sumba tidak memiliki sumber air pertanian. Dalam kemarau panjang saat ini, masyarakat tidak produktif dan bahkan membeli sayuran dari pasar. Uang yang seharusnya untuk membeli beras dan pakaian anak-anak mereka, terpaksa dipakai untuk membeli air dan kebutuhan hidup lainnya.



Untuk mengatasi masalah air pertanian, air minum dalam kemarau panjang seperti ini, Sumba harus bangkit dengan gerakan pembuatan sumur bor di semua Sumba. Sumber-sumber air yg ada dinaikkan dengan tenaga matahari. Rakyat atau petani Sumba dapat mengerjakan sawahnya selama 12 bulan dalam setahun. Tidak seperti sekarang ini dimana petani Sumba hanya bekerja di lahannya selama 3 bulan setahun.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons