Scroll to Top
HADAPI DIFTERI
Posted by maxfm on 8th Desember 2017
| 2102 views
FX. Wikan Indrarto : Ketua IDI Wilayah DIY, Dokter Spesialis Anak di RS Siloam dan RS Panti Rapih Yogyakarta

MaxFM, Waingapu – Bupati Tangerang Zaki Iskandar pada Jumat, 3 November 2017 menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit Difteri di Kabupaten Tangerang Banten. Kasus difteri di Provinsi Banten sepanjang tahun 2017 berjumlah 57 kasus dengan kematian 7 kasus (CFR 12,3%), yang tersebar di seluruh (8) kabupaten dan kota. Apa yang harus dicermati?

Difteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri ‘Corynebacterium diphtheriae’ yang sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan kematian anak melalui obstruksi larings atau miokarditis akibat aktivasi eksotoksin. Difteri sangat menular melalui droplet atau percikan air liur. Gambaran klinis difteri adalah demam 380C, pseudomembran putih keabu-abuan, tak mudah lepas dan mudah berdarah di faring, laring atau tonsil, sakit waktu menelan, leher bengkak seperti leher sapi (bullneck), karena pembengkakkan kelenjar getah bening leher, dan sesak nafas disertai bunyi. Kasus difteri probable adalah kasus yang menunjukkan gejala demam, sakit menelan, pseudomembran, pembengkakan leher dan sesak nafat disertai bunyi (stridor). Sedangkan kasus konfirmasi atau probable difteri adalah yang disertai hasil laboratorium adanya bakteri pada hapusan tenggorok, hidung atau luka di kulit. Penyakit ini sebagian besar mengenai anak umur 1-5 tahun. Sebelum umur 1 tahun dan semakin bertambah umur, ‘age specific attack rate’ semakin menjadi kecil.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons