Scroll to Top
Mengolah Patah Hati
Posted by maxfm on 6th Mei 2014
| 1946 views
Frans Wora Hebi, Senang Menulis, Narasumber Tetap di Acara Bengkel Bahasa Max FM
Frans Wora Hebi, Senang Menulis, Narasumber Tetap di Acara Bengkel Bahasa Max FM

MaxFM, Waingapu – MUNGKIN di antara pembaca ada yang pernah patah hati. Apakah itu berkepanjangan ataukah hanya sebentar karena segera diatasi. Yang bisa menjawabnya hanya anda sendiri yang mengalaminya. Tapi bisa juga oleh orang lain, misalnya sahabat paling dekat.

Patah hati atau broken heart, tidak mengenal usia. Tua-muda, besar-kecil, sama saja selama kita berinteraksi dengan sesama. Patah hati itu timbul karena hilangnya harapan ketika ditipu atau dikhianati oleh sahabat, kekasih, atau siapa saja yang telah menguber janji yang ternyata tidak dipenuhi.

Patah hati jika tidak diatasi dengan mengolahnya menjadi sesuatu yang positif sangat berbahaya. “Orang bisa mati karena patah hati”, kata Alex Garner seorang ahli ilmu jiwa kemasyarakatan. Karena itu kita harus berhati-hati bila mengalami patah hati

Dalam dunia cinta, in the loving world, misalnya, banyak sekali korban karena salah satu di antaranya berkhianat setelah menguber janji, yang lebih para adalah setelah ada ketelanjuran. Biasanya ada yang berbuat nekat, misalnya gantung diri, minum racun, atau terjun ke dunia lorong hitam, dan ini biasa dilakukan oleh kaum wanita. Ada juga yang bersumpah tidak mau kawin.

Saya punya pengalaman ketika masih kuliah di Yogya. Kawan jurusan saya, katakan saja, Ani dan Beti. Mereka duduk sebangku dan berkawan akrab. Nyoman (juga bukan nama sebenarnya) dari jurusan lain pacaran dengan Ani. Hampir setengah tahun (waktu itu kami sudah tingkat III), tanpa hujan angin Nyoman memutuskan cintanya.

Print Friendly, PDF & Email
Show Buttons
Hide Buttons