
MaxFM WAINGAPU, SUMBA – Krisis kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) memicu antrean kendaraan di SPBU yang telah berlangsung sekitar satu hingga empat minggu terakhir.
Penanggung jawab SPBU Kambaniru Meki, didampingi staf Admin Ira, mengungkapkan bahwa kuota pasokan harian mengalami pemotongan signifikan, di mana alokasi spertalite dan produk lainnya yang biasanya mencapai 16.000 liter kini dipangkas menjadi 8.000 liter per hari.
“Dampak pembatasan ini mengakibatkan antrian panjang kendaraan baik yang menggunakan bensin maupun kendaraan yang menggunakan solar mengular panjang,” ungkap Meki, Jumat siang, 16 Oktober 2026.
Akibat lainnya akses masuk ke area SPBU jadi terbatas, bahkan bagi warga yang hendak membeli BBM non-subsidi seperti Pertamax juga terhambat, karena jalur masuk tertutup rapat oleh antrean kendaraan yang menunggu pasokan sejak pagi.
Situasi di lapangan kian pelik lantaran tidak adanya petugas keamanan atau sekuriti yang mengurai antrean.
Pihak pengelola sangat berharap Pemerintah Daerah (Pemda) bersama kepolisian segera turun tangan untuk menertibkan antrean agar arus lalu lintas kembali lancar dan aman.
Selain antrean panjang, operasional SPBU kerap terganggu oleh pemadaman listrik dari PLN, yang memicu kekhawatiran berlebih mengingat SPBU tersebut memiliki riwayat pernah terbakar.
Untuk mengantisipasi aksi kecurangan seperti penggunaan kendaraan bertangki modifikasi, petugas di lapangan diinstruksikan untuk lebih teliti dan mencermati setiap pembeli.
Pengelola SPBU Kambaniru memberlakukan aturan ketat berupa pembelian maksimal sebesar 50 liter Pertalite untuk mobil dan 10 liter untuk sepeda motor.
Sementara itu, situasi antrian panjang kendaraan yang akan membeli solar maupun pertlite terlihat di dua SPBU lain di kota Waingapu, yakni SPBU Matawai dan SPBU Km2 di Hambala.
Truk kayu, dump truk, bis antar kecamatan, kendaraan pribadi yang antri solar terlihat menumpuk di Semua SPBU di Waingapu. Antrian motor yang akan membeli pertalite juga terlihat panjang. [HD]








