Scroll to Top
Lincah Jemari Yurnianti Herlin, Menyulap Benang Rajut Jadi Aksesoris Unik Bernilai Jual
Posted by maxfm on 8th Oktober 2026
Lincah Jemari Yurnianti Herlin, Menyulap Benang Rajut Jadi Aksesoris Unik Bernilai Jual [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM Waingapu, SUMBA – Di tengah berkembangnya tren kerajinan tangan, jarum hak dan gulungan benang menjadi saksi kreativitas Yurnianti Herlin dalam merintis usaha Crochet Handmade.



Usaha kerajinan tangan yang telah berjalan kurang lebih satu tahun ini fokus memproduksi beraneka ragam aksesoris unik buatan tangan sendiri. Mulai dari bandana, gantungan kunci, jepitan rambut, hingga bros baju dan hiasan bunga berbahan kawat bulu lahir dari ketelitian jemarinya.

Sore itu, saya sengaja singgah di lopo yang menjual aneka asesoris unik hasil karya Yurnianti Herlin, di sekitar gedung pertemuan Hapu Mbay, tempat pelaksanaan Sidang I Majelis Sinode GKS. Menurut apa yang saya lihat, aksesoris yang dibuat dari jarum hak dan gulungan benang ini unik, lucu dan bentuknya menggemaskan.

Di masa sekarang dengan kecanggihan teknologi informatika dan kegilaan anak muda sekarang terhadap gadget dan media sosial, ternyata masih ada sosok seperti Yurnianti Herlin yang menekuni kerajianan tangan dari jarum hak dan benang gulunga serta memproduksinya dalam jumlah banyak sekaligus menjual dan menghasilkan uang.

Perjalanan Yurnianti dalam menekuni dunia rajut berawal dari inspirasi sang tante, Maria Lawe yang mahir merajut berbagai barang seperti tas, tempat tisu, hingga tempat persembahan gereja.




“Daripada menunggu diajari secara langsung oleh tante, saya memilih mengambil langkah mandiri dengan belajar merajut secara otodidak melalui tayangan video di media sosial,” ungkap Yurniati.

Modal ketekunan belajar dari platform digital tersebut terbukti membuahkan karya yang rapi dan bernilai estetika.

Setiap produk buatan Yurnianti ditawarkan dengan harga terjangkau yang disesuaikan berdasarkan ukuran dan tingkat kerumitan pengerjaannya.




Aksesoris berbahan kawat bulu dilepas seharga Rp10.000, sementara gantungan kunci rajut standar dibanderol Rp15.000. Adapun untuk variasi khusus seperti gantungan kunci berbentuk salib dijual seharga Rp20.000, serta bandana cantik yang dipatok seharga Rp35.000.

“Harganya murah sa, tidak mahal jelas Yurniati sambil tersenyum bangga dengan hasil kerjanya, sekaligus mempromosikan produk buatan tangannya.”

Karya rajutan tangan ini mendapat sambutan antusias di media sosial, terutama dari kalangan remaja, anak muda, hingga anak sekolah.

Untuk memudahkan transaksi, Yurnianti menerima pemesanan secara online melalui akun Facebook dan Instagram atas nama Yurnianti Herlin serta kontak WhatsApp.



Tak hanya mengandalkan pemesanan digital, ia juga memanjakan pelanggannya dengan menyediakan layanan antar langsung hingga ke depan rumah pembeli. [HD]

Show Buttons
Hide Buttons
;