
MaxFM WAINGAPU, SUMBA — Proyek Tambak Udang Modern dan Terintegrasi atau Tambak Udang Raksasa di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, terus menunjukkan progres signifikan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumba Timur, Yohanis Njurumana, menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas seluas 2.150 hektar tersebut telah mencapai 19 persen secara fisik.
Kawasan Integrated Shrimp Farming ini diproyeksikan menjadi tambak udang terbesar di Indonesia dan terbesar kedua di dunia. Dari total lahan 2.150 hektar, sebanyak 1.361 hektar dialokasikan untuk kolam budi daya, sementara sisanya untuk fasilitas penunjang seperti pipa transmisi, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), tandon/KIPI, serta ruang terbuka hijau dan ekosistim bisnis lainnya.
Dalam wawancara di acara Warga Bicara Radio Max FM Waingapu, Jumat 6 November 2026, Yohanis menjelaskan bahwa salah satu pekerjaan utama yang tengah dipacu adalah pembangunan jalur pipa intake sepanjang 4 kilometer dari laut ke lokasi tambak udang di bukit.
“Untuk pengerjaan pipa intake, hingga hari ini, sudah 2 minggu dilakukan pembersihan lahan untuk jalur pipa dari sisi laut ke dekat ruas jalan,” jelas Kadis Perikanan Sumba Timur Yohanis Njurumana.
Sedangkan pekerjaan penataan fisik lanjut Yohanis, untuk 12 kluster kolam tambak udang sebagian besar telah terbentuk dan kini memasuki tahap penyelesaian akhir.
Percepatan proyek didukung pengerahan sekitar 406 unit alat berat serta melibatkan 1.083 tenaga kerja konstruksi, yang sebagian besar merupakan tenaga kerja lokal.
Menanggapi antusiasme masyarakat soal lowongan kerja, Dinas Perikanan menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah tetap memprioritaskan putra daerah Sumba Timur sesuai MoU.
Pengumuman rekrutmen dan pembukaan kuota tambahan akan disampaikan setelah perencanaan teknis fisik selesai difinalisasi pemerintah pusat.
Sementara itu, ketika ditanya wartawan, saat kunjungan kerja ke Tambak Udang Raksasa Sumba, Kamis, 30 Juli 2026 bersama dua Menteri lainnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menargetkan seluruh proyek tuntas pada 2027, dengan minimal dua kluster kolam ditargetkan beroperasi penuh pada akhir tahun tersebut. [HD]








