
MaxFM Waingapu, SUMBA – Pemerintah Kabupaten Sumba Timur secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Sidang Sinode ke-44 Gereja Kristen Sumba (GKS) yang akan berlangsung di Jemaat Nggongi, Klasis Mahu-Karera, pada 2–10 Juli 2026. Dukungan ini disampaikan langsung oleh Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, yang menegaskan bahwa lembaga gereja merupakan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.
Bupati Umbu Lili Pekuwali mengungkapkan bahwa GKS memiliki peran vital tidak hanya dalam meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan masyarakat, tetapi juga dalam mendorong kesejahteraan sosial. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memastikan kelancaran jalannya sidang sinode sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif dalam memajukan Sumba Timur.
“Sinode ini adalah agenda besar yang tidak hanya menyangkut internal gereja, tetapi juga menyangkut masyarakat luas. Kami melihat GKS sebagai mitra strategis dalam membangun Sumba Timur yang maju dan sejahtera,” ujar Bupati Umbu Lili Pekuwali saat menyampaikan pernyataan resminya, Senin, 29 Juni 2026 di ruang kerjanya.
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menaruh harapan besar agar Sidang Sinode ke-44 mampu melahirkan keputusan-keputusan visioner yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Keputusan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas pelayanan gereja, tetapi juga memperkuat sinergi antara lembaga keagamaan dan pemerintah dalam pembangunan daerah.
Bupati Umbu Lili bilang, ada tiga harapan utama yang ingin dicapai melalui penyelenggaraan Sidang Sinode ke-44 GKS, yaitu:
1. Peningkatan Keimanan dan Kesejahteraan. GKS diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam membina iman jemaat sekaligus menjadi motor penggerak program-program kesejahteraan sosial yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat di Sumba Timur.
2. Keputusan Strategis yang Meningkatkan Pelayanan.Seluruh rangkaian persidangan diharapkan menghasilkan kebijakan gereja yang inovatif dan aplikatif, sehingga pelayanan GKS semakin optimal dalam menjawab tantangan zaman.
3. Penguatan Sinergi Pembangunan Daerah. Sinode ini menjadi momentum untuk mempererat kemitraan antara GKS dan pemerintah daerah, baik melalui forum-forum resmi seperti Seminar Panel Pemerintah Daerah yang direncanakan pada hari pembukaan, maupun melalui implementasi program-program kolaboratif ke depan.
Lebih dari sekadar seremoni, pelaksanaan Sidang Sinode ke-44 di Nggongi mencerminkan harmonisasi yang kuat antara nilai-nilai religius dan upaya pembangunan daerah. Pemerintah setempat memandang agenda gerejawi ini sebagai bagian dari tanggung jawab bersama untuk memajukan tanah Sumba.
Kehadiran unsur-unsur pemerintah, mulai dari Gubernur Nusa Tenggara Timur, para Bupati se-Daratan Sumba, hingga jajaran Forkopimda, akan menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap dinamika kehidupan bergereja di wilayah tersebut.
Dengan dukungan penuh dari aparat keamanan dan antusiasme masyarakat Nggongi, Sidang Sinode ke-44 diharapkan tidak hanya berlangsung khidmat dan lancar, tetapi juga menjadi tonggak baru bagi terciptanya Sumba Timur yang lebih maju, sejahtera, dan berlandaskan iman yang kokoh. [HD]





![Kapolres Sumba Timur AKBP Gede Harimbawa Menjelaskan ke Awak Media Terkait kasus Pembuhan dan Kekerasan di Blok M, Matawai dan Menunukkan barang Bukti Parang Sumba yang digunakan untuk Membunuh dan Melukai korban [Foto: Heinrich Dengi]](https://maxfmwaingapu.com/wp-content/uploads/2026/06/j-102x75.jpg)

