
MaxFM Waingapu, SUMBA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Tenggara. Peringatan ini menyusul terjadinya gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 05.58.24 WITA.
Pusat gempa terletak di 30 kilometer Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa utama ini tidak hanya dirasakan sekali, tetapi diikuti oleh beberapa kali gempa susulan dengan kekuatan yang cukup besar, termasuk di wilayah Kota Waingapu, Sumba Timur. Getaran setiap kali gempa terjadi dirasakan cukup lama oleh warga.
Saat gempa besar berlangsung, warga di sekitar Kampung Kalu, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, panik dan berlarian keluar rumah. Sebagian warga memukul tiang listrik sambil berteriak memperingatkan adanya gempa. Teriakan peringatan saling bersahutan dari berbagai rumah warga.
Akibat gempa besar yang sangat terasa di Waingapu dan sekitarnya, sejumlah sekolah mengambil kebijakan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar. Salah satunya adalah Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 (SMPN 1) Waingapu. Informasi libur disampaikan melalui pesan singkat kepada para siswa.
Kepala SMPN 1 Waingapu, Bernadete Landu Praing, melalui pesan suara di WhatsApp membenarkan kebijakan tersebut.
*”Pagi kaka, betul sekali, kami meliburkan kegiatan belajar hari ini. Karena kami jaga keselamatan anak, keselamatan guru. Apalagi gempa ini susul-menyusul dan berpotensi tsunami. Daripada ada apa-apa dengan anak-anak dan guru, maka kami pulangkan saja anak-anak,” tegas Bernadete.
Ia menambahkan bahwa keputusan ini diambil karena siswa dan guru sudah dalam kondisi panik saat gempa terjadi. Peliburan hari Sabtu ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara kepala sekolah dan jajaran guru.
Sementara itu, ketika media ini bertemu dengan sejumlah siswa SMPN 1 Waingapu di sekitar Kalu, terlihat beberapa siswa yang sudah mengenakan seragam Pramuka memilih pulang ke rumah setelah mendapat kabar dari teman yang baru tiba dari sekolah bahwa kegiatan belajar dibatalkan.
Di sisi lain, di Jalan Hayam Wuruk Kalu, tampak pula banyak siswa Sekolah Dasar Inpres Kalu yang terlihat pulang dari sekolah pada pagi hari. Ketika ditanya alasan mereka tidak bersekolah, para siswa dengan kompak menjawab, “Libur.” [HD]








