
MaxFM Waingapu, SUMBA – Kepedulian terhadap warga terdampak bencana gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Gereja Kristen Sumba (GKS) melalui gerakan “GKS Peduli Bencana di Flores.”
Gerakan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan dukungan bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa bumi kuat yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Ketua Umum (Ketum) Sinode Gereja Kristen Sumba (GKS) Pendeta Yacob Malo Bili kepada Radio MaxFM melalui pesan whatsapp Minggu, 16 Agustus 2026 menyampaikan, dengan gerakan GKS Peduli Bencana di Flores, GKS mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada para korban. Dukungan tersebut tidak hanya dalam bentuk doa, tetapi juga melalui bantuan kemanusiaan.
Ketum Sinode GKS Pendeta Yacob Malo Bili menambahkan pihaknya sudah menghimbau kepada masing-masing gereja GKS, untuk menyiapkan 1 tangguk persembahan khsusus untuk membantu korban bencana di Flores pada ibadah Minggu, 23 Agustus 2026.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi sekitar pukul 04.58 WIB dan berpusat di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Hasil pemutakhiran BMKG mencatat kekuatan gempa mencapai magnitudo 7,7 dengan kedalaman sekitar 15 kilometer. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami.
Dampak gempa dirasakan di sejumlah wilayah Flores dan mengakibatkan kerusakan bangunan serta korban jiwa. Laporan sementara dari berbagai sumber menyebutkan adanya korban meninggal dan luka-luka, sementara proses pendataan dan penanganan dampak bencana masih berlangsung.
Data sementara yang dihimpun dari berbagai sumber hingga pukul 08.30 WITA menunjukkan jumlah korban 48 orang dilaporkan meninggal dunia, 64 orang lainnya mengalami luka berat maupun luka ringan dan masih menjalani penanganan.
Pendeta Yacob Malo Bili bilang, bagi masyarakat yang ingin turut membantu juga diajak untuk menyalurkan donasi melalui Rekening GKS Peduli di BRI: 0141-01-013333-53-1.
Gerakan ini menjadi pengingat bahwa di tengah situasi bencana, solidaritas antarsesama masyarakat Nusa Tenggara Timur sangat dibutuhkan. Bantuan berupa doa, dukungan moral maupun materi diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang sedang menghadapi dampak gempa. [HD]








