Scroll to Top
Mengusung Tema “Merawat Kehidupan”, Sidang Sinode GKS ke-44 Siap Tentukan Arah Pelayanan 2026-2030
Posted by maxfm on 30th Juni 2026
Sekretaris Umum Sinode Gereja Kristen Sumba, Pendeta Yakub Malo Bili, S.Th. M.Pd. [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM Waingapu, SUMBA – Gereja Kristen Sumba (GKS) akan menggelar Sidang Sinode ke-44 pada 2–10 Juli 2026 di GKS Jemaat Nggongi, Klasis Mahu-Karera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Forum tertinggi dalam tata pelayanan Gereja Kristen Sumba ini akan menjadi momentum penting untuk mengevaluasi pelayanan empat tahun terakhir, menetapkan arah kebijakan pelayanan gereja periode berikutnya, serta memilih kepemimpinan baru Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GKS.



Sidang Sinode akan dibuka secara resmi pada Kamis, 2 Juli 2026, pukul 09.00 WITA, melalui ibadah pembukaan yang dipusatkan di kompleks GKS Jemaat Nggongi. Sebanyak 57 klasis dari seluruh wilayah pelayanan GKS akan hadir dengan masing-masing mengutus enam peserta resmi dan sekitar sepuluh orang peninjau, di samping kehadiran Badan Pekerja Majelis Sinode, perangkat kerja sinode periode 2022-2026, para pendeta, vikaris, guru Injil, serta tamu undangan dari berbagai lembaga mitra.

Kehadiran para peserta dan tamu undangan diperkirakan mencapai lebih dari seribu orang, menjadikan Sidang Sinode sebagai pertemuan gerejawi terbesar di lingkungan GKS yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali.

Sekretaris Umum (Sekum) Sinode GKS Pendeta Pendeta Yakub Malo Bili kepada Radio MaxFM Waingapu menjelaskan pembukaan Sidang Sinode dijadwalkan dihadiri banyak unsur , baik dari pemerintahan, PGI maupun danri mitra GKS.



“Sidang Sinode GKS ke 44 akan dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Timur, Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), para Bupati dan Wakil Bupati se-Daratan Sumba, para Ketua DPRD, unsur Forkopimda, pimpinan sinode-sinode mitra, pimpinan lembaga mitra Sinode GKS, pimpinan yayasan yang bekerja sama dengan GKS, serta para pimpinan perguruan tinggi Kristen yg didirikan dan didukung oleh sinode GKS di antaranya STT GKS, Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW), Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), UKDW, STT John Calvin Bali, STT Cipanas, dan STT Intim Makassar,” jelas Sekum GKS Pendeta Pendeta Yakub Malo Bili, Selasa, 30 Juni 2026.

Sekum GKS yang juga sering di sapa Pendeta Jack Bili menambahkan mengusung tema “Merawat Kehidupan dalam Kasih Kristus” (bdk. Mazmur 24:1), Sidang Sinode ke-44 mengajak seluruh warga gereja untuk memperteguh panggilannya dalam merawat kehidupan sebagai wujud iman kepada Kristus. Tema tersebut kata dia dijabarkan melalui subtema, “Merawat bumi sebagai rumah bersama, memperjuangkan keadilan dan kebenaran, serta meneguhkan nilai-nilai budaya dalam terang Injil.” Tema dan subtema ini diharapkan menjadi arah teologis sekaligus pedoman pelayanan GKS dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, ekologis, dan budaya di Pulau Sumba maupun Indonesia.



Sekum GKS Pendeta Jack Bili merinci, pada hari pembukaan, setelah rangkaian ibadah dan seremoni, akan dilaksanakan Seminar Panel Pemerintah Daerah yang menghadirkan Gubernur Nusa Tenggara Timur bersama para Bupati se-Daratan Sumba. Diskusi tersebut mengangkat pokok pikiran mengenai sinergi antara gereja dan pemerintah dalam mendukung pembangunan Nusa Tenggara Timur serta dampaknya bagi kehidupan warga gereja. Selanjutnya kata dia, Ketua Umum PGI akan membedah tema Sidang Sinode, sementara Ketua STT GKS akan menyampaikan pendalaman subtema sebagai landasan teologis bagi seluruh proses persidangan.

Sekum GKS melanjutkan selama sembilan hari persidangan, para peserta akan membahas berbagai agenda strategis, mulai dari evaluasi pelaksanaan program pelayanan Sinode GKS periode 2022–2026, pembahasan laporan BPMS, penyempurnaan Tata Gereja, pembahasan Garis Besar Kebijakan Umum (GBKU), pengkajian teologi, sidang-sidang komisi, hingga sidang pleno untuk menetapkan keputusan-keputusan strategis gereja. Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah pemilihan Badan Pekerja Majelis Sinode GKS periode 2026–2030 yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026.

Penyelenggaraan Sidang Sinode kali ini menjadi kebanggaan bagi GKS Jemaat Nggongi sebagai tuan rumah. Persiapan tidak hanya dilakukan oleh jemaat setempat, tetapi juga melibatkan seluruh jemaat di Klasis Mahu-Karera, klasis-klasis tetangga, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, aparat keamanan, dan berbagai unsur masyarakat. Kolaborasi tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam menyukseskan salah satu agenda gerejawi terbesar di Pulau Sumba.



Sidang Sinode ke-44 juga menjadi kelanjutan estafet pelayanan setelah Sidang Sinode ke-43 yang diselenggarakan pada tahun 2022 di GKS Jemaat Waimangura, Klasis Waimangura-Yango, Kabupaten Sumba Barat Daya. Berbagai keputusan yang dihasilkan dalam Sidang Sinode ke-44 diharapkan semakin memperkuat peran GKS sebagai gereja yang hadir dan melayani masyarakat, merawat keutuhan ciptaan, memperjuangkan keadilan dan kebenaran, serta membangun kehidupan bersama berdasarkan kasih Kristus. [HD]

Show Buttons
Hide Buttons