
MaxFM Waingapu, SUMBA – Digitalisasi berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan manusia. Pada era serba digital seperti saat ini, penggunaan alat elektronik (Gadget) seperti handphone, laptop, computer dan alat digital lainnya merupakan kebutuhan utama sehari-hari.
Seperti halnya penggunaan Handphone yang tidak bisa dilepaskan dari aktifitas setiap hari baik saat santai, belajar maupun bekerja. Bahkan saat ini hampir semua jenis pekerjaan menggunakan alat elektronik sebagai alat bantu dalam bekerja.
Namun hal ini dapat memberikan dampak yang serius pada kesehatan mata. Digital eye strain (Computer Vision Syndrom) adalah suatu kumpulan gejala gangguan pada mata yang diakibatkan oleh karena penggunaan alat elektronik dalam jangka waktu yang lama. Kondisi ini dapat memberikan keluhan seperti mata terasa pegal / lelah, mata perih, gatal, berair bahkan sampai mengalami penglihatan kabur dan nyeri kepala.
Keluhan ini disebabkan karena mata dipaksa untuk terus fokus pada layar yang memiliki pancaran cahaya, jarak pandang yang terlalu dekat, pencahayaan ruangan yang buruk, dan frekuensi berkedip yang kurang sehingga menyebabkan mata kering.
Pada penelitian komprehensif yang dilakukan oleh Kirandeep Kaur 2022, prevalensi Digital Eye Strain pada anak usia sekolah saat pandemi Covid-19 meningkat hingga 50-60% oleh karena pembelajaran digital selama 2 tahun.
Selain itu juga ditemukan beberapa kondisi serius seperti strabismus (juling) dan terjadi peningkatan progresi Myopia (rabun jauh) yang berkaitan dengan Digital Eye Strain. Serupa dengan penilitian yang dilakukan oleh Putri Yumna 2022, terdapat hubungan yang signifikan jarak dan durasi penggunaan smartphone dengan DES pada Anak SMP di Surakarta.
Tips mencegah atau mengatasi Digital Eye Strain yang dapat dilakukan sebagai berikut. Pertama menggunakan rumus 20-20-20 : Setiap 20 menit menatap layar, lakukan istirahat pada mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki (6 meter).
Kedua, Atur jarak pandang terhadap gadget sekitar 50-60 cm dari mata dan sesuaikan kecerahan layar agar tidak silau. Ketiga, gunakan kacamata khusus anti radiasi (blue light filter) saat menatap layar sesuai dengan resep kacamata yang di rekomendasikan.
Keempat, penggunaan tetes air mata buatan (artificial tears) untuk mengatasi mata kering. Namun jika gejala menetap atau memburuk bahkan mengganggu aktifitas anda, disarankan untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan ke dokter spesialis mata. [dr. Henryanto Irawan – Dokter Umum RS Kristen Lindimara]








