
MaxFM Waingapu, SUMBA – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menggelar pertemuan strategis dengan seluruh pemangku kepentingan daerah dalam rangka mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan sebagai solusi penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi ini menjadi agenda utama dalam rangkaian kunjungan kerja Gubernur NTT pada Sabtu 14 Maret 2026.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, didampingi Wakil Bupati Yonathan Hani menerima kehadiran Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam pertemuan yang dihadiri oleh unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah, para Asisten, pimpinan OPD, Camat, Kepala Puskesmas, kepala sekolah, serta para pelaku UMKM dan IKM. Tak ketinggalan, perwakilan perbankan baik Bank Himbara maupun bank daerah, serta para Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Sumba Timur turut hadir memadati ruangan.
Dalam sambutannya, Bupati Umbu Lili Pekuwali menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian serius Pemerintah Provinsi NTT terhadap percepatan pembangunan di Kabupaten Sumba Timur, khususnya pada sektor penguatan ekonomi kerakyatan. Ia menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan keluarga melalui penguatan ekonomi merupakan strategi fundamental dalam upaya menurunkan angka kemiskinan dan stunting.
“Pemerintah Kabupaten Sumba Timur terus berkomitmen mendorong penguatan sektor ekonomi kerakyatan melalui pengembangan UMKM, pemberdayaan desa, peningkatan produksi pertanian dan peternakan, serta dukungan akses pasar dan permodalan bagi masyarakat,” tegas Bupati.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Sumba Timur ini berharap pertemuan tersebut mampu membangun kolaborasi yang lebih solid antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan seluruh elemen masyarakat guna mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam arahannya menekankan bahwa ekonomi kerakyatan adalah fondasi utama dalam membangun ketahanan daerah. Ia mengajak seluruh pihak untuk bahu-membahu mengoptimalkan program-program strategis provinsi seperti NTT Mart, OVOP, dan OSOP yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan kolaborasi dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan, hingga masyarakat, agar program pengembangan ekonomi kerakyatan dapat berjalan optimal,” ujar Gubernur.
Ia menambahkan bahwa peningkatan pendapatan masyarakat melalui sektor ekonomi produktif menjadi kunci utama dalam menekan angka kemiskinan dan mempercepat penanganan stunting di Nusa Tenggara Timur.
Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumba Timur secara berkelanjutan. [HD]








