
MaxFM Waingapu, SUMBA – BPJS Kesehatan kembali menunjukkan komitmennya dalam inovasi digital dengan meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang Indonesia Technology Excellence Awards 2025. Prestasi ini diperoleh berkat keunggulan dua terobosan teknologinya, yaitu sistem automasi klaim dan platform kecerdasan artifisial (AI) untuk pegawai.
Baca juga:
BPJS Kesehatan Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Indonesia Technology Excellence Awards 2025
Penghargaan diterima langsung oleh Ghufron Mukti, Direktur Utama BPJS Kesehatan, didampingi oleh Edwin Aristiawan, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan berhasil menjadi pemenang dalam dua kategori:
Automation – Health Insurance, untuk inisiatif Robotic Automation for Claim Correction Entry (RACE) dan Robotic Automation for Payment Input Data (RAPID).
Information Management – Health Insurance, untuk platform JAPRI (JKN Assistant Platform Intelligence).
Baca juga:
Haru dan Sukacita, Penyandang Disabilitas Sumba Timur Doakan Kebaikan untuk Golkar
Automasi Proses Klaim dengan RPA: Cepat, Akurat, dan Seragam
Dalam kategori Automation, BPJS Kesehatan diakui atas keberhasilan menerapkan Robotic Process Automation (RPA). Dua inisiatif andalannya, RACE dan RAPID, dikembangkan untuk menggantikan proses manual yang sebelumnya memakan waktu lama dan rentan terhadap kesalahan.
Kedua platform automasi ini telah terbukti mampu memangkas waktu pemrosesan hingga 60%, menurunkan tingkat kesalahan input data, dan menciptakan prosedur kerja yang seragam di seluruh kantor cabang BPJS Kesehatan.
JAPRI: Asisten AI Generatif untuk Memberdayakan Pegawai
Sementara itu, pada kategori Information Management, penghargaan diraih berkat kehadiran JAPRI (JKN Assistant Platform Intelligence). JAPRI adalah asisten virtual berbasis Generative AI yang dirancang untuk memudahkan pegawai dalam mengakses informasi internal, kebijakan, dan regulasi organisasi secara cepat.
Baca juga:
Mantan Bupati Sumba Timur Diperiksa sebagai Saksi Kasus Dana Hibah Pilkada 2024
Terdapat dalam aplikasi Internal Human Capital (IHC) dan SiLPi, JAPRI mampu memberikan jawaban yang langsung dan kontekstual atas pertanyaan yang diajukan dalam bahasa sehari-hari, sehingga meningkatkan efisiensi kerja internal.
Komitmen Berkelanjutan dalam Transformasi Digital
Edwin Aristiawan menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bukti komitmen BPJS Kesehatan dalam memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses dan meningkatkan mutu layanan kesehatan.
“Penerapan digitalisasi layanan kesehatan diharapkan tidak hanya memberikan kemudahan bagi peserta, tetapi juga memperkuat keberlanjutan Program JKN-KIS. Digitalisasi merupakan investasi strategis untuk menjawab dinamika kebutuhan peserta di era yang terus berkembang,” ujar Edwin.
Keberhasilan ini juga menandakan langkah strategis BPJS Kesehatan dalam melanjutkan agenda Intelligence Transformation—fase lanjutan dari transformasi digital organisasi. BPJS Kesehatan terus memperkuat ekosistem digitalnya melalui berbagai kanal, seperti aplikasi Mobile JKN, ICARE JKN, BUGAR, serta layanan administrasi via WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165 dan Care Center 165.
Baca juga:
Kami Merasa Diperhatikan: Sambutan Hangat Warga untuk Pasar Murah HUT Golkar
Dengan beragam terobosan ini, BPJS Kesehatan terus berupaya menghadirkan solusi yang efektif dan praktis bagi seluruh peserta JKN-KIS, menuju layanan kesehatan yang lebih mudah diakses dan berkualitas.








