Scroll to Top
Ritual Adat Sumba Timur Panggara Taungu Menyambut Tetamu WALHI dalam Pembukaan PNLH XIV
Posted by maxfm on 18th September 2025
Wunang yang Memimpin Ritual Adat Sumba Timur Panggara Taungu Menyambut Tetamu WALHI dalam Pembukaan PNLH XIV [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM Waingapu, SUMBA – Rangkaian acara Pembukaan Pekan Nasional Lingkungan Hidup ke 14 di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, NTT dimulai dengan ritual adat Sumba Timur Panggara Taungu, sebagai sapaan khas Sumba kepada tetamu yang baru pertama kali datang ke Sumba Timur, Kamis 18 September 2025.

Baca juga:
Airlangga, Raja Tanjakan Tour De EnTeTe 2025 Terpesona Keindahan Rute Balapan Tana Rara Waingapu

Dalam ritual ini, ada dua orang wunang atau juru bicara dari masing masing pihak, wungang dari tuan rumah maupun wunang dari tetamu yang secara sahut menyahut menggunakan bahasa Sumba mendalam, yang intinya tuan rumah menanyakan perhihal kedatangan tetamu, wunang tuan rumah mencari tahu apa sudah benar acara dan lokasi acara tetamu dan disambut dengan penuh semangat dalam sautan Bahasa ritual dua wunang.




Saat penyambutan tetamu WALHI di depan gerbang masuk Gedung Hapu Mbay (MPL) Payeti, tetamu WALHI datang antara lain Direktur Umum WALHI Zenzi Suhadi beserta rombongan dari 29 Daerah Eeksekutif WALHI di Indonesia yang datang dari 30 Provinsi.

Baca juga:
Ratusan Peserta PNLH Mulai Berdatangan di Kota Waingapu, Panitia Menyambut dengan Budaya SUMBA

Pembukaan PNLH XIV di Gedung MPL Payeti, diawali dengan sapaan dari Direktur Eksekutif WALHI Nusa Tenggara Timur Umbu Wulang Tanaamah Paranggi dan dilanjutkan pembukaan oleh Direktur Ekesekutif WALHI Nasional Zenzi Suhadi.




Dalam sambutannya Direktur Ekesekutif WALHI Nasional Zenzi Suhadi mengungkapkan agar WALHI yang sudah memasuki usia 45 tahun ini tetap mendukung kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat yang tertindas.

Direktur Ekesekutif WALHI Nasional Zenzi Suhadi juga menyampaikan, pemilihan Pulau Sumba sebagai tempat pelaksanaan PNLH XIV karena di pulau Sumba sebagai salah satu pulau tersisa di Indonesia yang tetap mempertahankan 7 segi peradaban.

Tambah Direktur Ekesekutif WALHI Nasional Zenzi Suhadi, pulau Sumba bisa menjadi referensi bagi 529 organisasi gerakan dari Indonesia yang hadir di Sumba bagaimana cara memulihkan Indonesia.



“Kalau kita mau memulihkan Indonesia, apa yang kita pulihkan? 7 segi peradapan yang mau dipulihkan ada di pulau Sumba,” ungkap Zenzi Suhadi.

Baca juga:
Beri Perlindungan, Program JKN Jadi Andalan Hiama Akses Layanan Kesehatan

Direktur Ekesekutif WALHI Nasional Zenzi Suhadi juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Sumba yang masih mempertahan 7 segi peradabannya, sehingga bisa jadi referensi bagai daerah lain di Indonesia untuk memulihkan daerahnya. [MaxFMWgp]

Show Buttons
Hide Buttons