
MaxFM Waingapu, SUMBA – Kondisi tubuh yang tetap sehat bugar di usia lanjut menjadi anugerah yang tak ternilai harganya. Dengan begitu, menjaga kesehatan menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Di sisi lain, risiko gangguan kesehatan yang tinggi pada lansia menjadi tantangan tersendiri. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir menjawab tantangan tersebut dengan memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh warga negara, tanpa terkecuali.
Baca juga:
Kampus dan WALHI NTT Bersatu Jaga Lingkungan serta Hak Adat
Satu bukti nyata manfaat Program JKN dalam membantu masyarakat, terutama bagi masyarakat lanjut usia telah dirasakan langsung oleh Hiama Djanggangaru (77). Hiama yang merupakan warga Desa Kondamara, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur mengakui, tantangan menjaga kesehatan di usianya kini bukanlah hal yang mudah.
“Penyakit yang biasa saya alami memang bukan tergolong penyakit yang berat. Tapi untuk orang seusia saya ini, tetap saja bisa beresiko jika dibiarkan. Jadi memang bisa dibilang saat ini saya sangat sering berobat di fasilitas kesehatan,” ujar Hiama memulai perbincangan.
Hiama menceritakan gangguan kesehatan yang sering ia alami salah satunya adalah asam lambung yang sempat membuat kesehatannya menurun pada awal tahun silam sehingga ia harus mendapatkan perawatan medis.
“Dalam keadaan setengah sadar saat itu saya dilarikan ke rumah sakit. Di sana saya mendapatkan pemeriksaan sampai harus menjalani rawat inap,” ucap Hiama.
Baca juga:
Ana NTT Kreatif Festival Berlangsung Hari Ini di Waingapu, Suguhkan Beragam Mata Acara Menarik
Hiama melanjutkan, saat ini ia juga rutin melakukan pemeriksaan atas gangguan pendengaran yang kerap dialami. Keluhan sakit pinggang yang sering kambuh, serta batuk dan pilek yang datang bergantian membuatnya harus sering berkunjung ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Beruntung, ia sudah terdaftar sebagai peserta JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.
“Saya sangat bersyukur, saya tidak perlu merasa khawatir kalau masalah biaya berobat. Di usia saya ini untuk bekerja pastinya tidak sama seperti waktu saya masih muda dulu sehingga memiliki jaminan Kesehatan sangat penting bagi saya,” jelas Hiama.
Sebagai seorang bapak dengan empat orang anak, yang saat ini sudah memiliki keluarga masing-masing, Hiama merasa bersyukur karena anak-anaknya tetap memperhatikan kondisi kesehatannya. Meski begitu, ia tidak ingin terlalu membebani mereka.
Baca juga:
Perempuan dan Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif di AnTiKFest Series 2 Sumba
Menurut Hiama, Program JKN telah menjadi solusi penting, terutama bagi lansia yang sering membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan rutin. Semua biaya pengobatan, mulai dari pemeriksaan dokter, perawatan, hingga obat-obatan, ditanggung oleh BPJS Kesehatan sesuai prosedur yang berlaku.
“Dengan adanya Program JKN, biaya pengobatan yang saya butuhkan jadi tidak memberatkan anak-anak saya. Saya sangat memahami bahwa mereka memiliki keluarga sendiri yang harus diurus, termasuk anak dan pasangan yang menjadi tanggung jawab mereka. Dari pengalaman saya selama ini, seluruh biaya pengobatan saya ditanggung sepenuhnya. Saya telah merasakan manfaat langsung dari adanya Program JKN,” ungkap Hiama.
Menutup perbincangan, Hiama menyampaikan harapannya untuk keberlanjutan Program JKN ke depan. Mendapatkan layanan kesehatan tanpa hambatan biaya yang sudah ia rasakan menjadi salah satu bukti nyata manfaat Program JKN dalam membantu masyarakat, terutama lansia. Di usianya yang hampir mencapai delapan dekade, ia tetap bersemangat menjalani hidup, menjaga kesehatan, dan berharap Program JKN dapat terus hadir di tengah masyarakat.
Baca juga:
Sepeda Raksasa di Bukit Sepeda Laindeha, Simbol Sambutan Tour de EnTeTe 2025 di Sumba Timur
“Saya bersyukur menjadi bagian dari peserta JKN. Terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan pemerintah yang telah membantu kami untuk tetap mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa memikirkan biaya. Semoga program ini bisa terus ada, membantu lebih banyak orang, dan memberikan rasa aman bagi setiap keluarga di Indonesia,” tutup Hiama. (ok/vd)








