Scroll to Top
Komunitas Ojol Waingapu Gelar Bakar Lilin dan Doa untuk Rekan yang Wafat di Demo Jakarta
Posted by maxfm on 2nd September 2025
Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, Bersama Kapolres dan Dandim 1601 Sumba Timur dalam Gelaran Bakar Lilin dan Doa Bersama Komunitas Ojol di Depan Mapolres [Foto: Heinrich Dengi]

MaxFM Waingapu, SUMBA – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Lapangan Apel Polres Sumba Timur, Selasa 2 September 2025 malam. Ratusan driver ojek online (ojol) beserta sejumlah pimpinan daerah berkumpul untuk menggelar doa bersama dan aksi menyalakan lilin sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi rekan mereka, Affan Kurniawan.

Almarhum diketahui meninggal dunia saat mengikuti aksi demonstrasi di Jakarta pada Kamis, 28 Agustus 2025 lalu. Aksi tersebut sekaligus menjadi wujud solidaritas dan suara akan harapan perdamaian serta stabilitas keamanan nasional.




Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dengan penuh khidmat. Lantunan syahdu lagu “Ibu Pertiwi” kemudian mengiringi prosesi penyalaan lilin yang berlangsung mengharukan. Doa bersama dipanjatkan untuk kepergian almarhum Affan dan untuk keselamatan serta kedamaian bangsa Indonesia.

Tampak hadir memberikan dukungan, Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, Kapolres Sumba Timur AKBP Dr. Gede Harimbawa, Dandim 1601 Sumba Timur Letkol Inf. Dobby Noviyanto S, beserta unsur keamanan lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan solidaritas lintas sektor yang kuat antara komunitas sipil, pemerintah, dan aparat.



Dalam sambutannya, Kapolres AKBP Dr. Gede Harimbawa menyampaikan belasungkawa yang mendalam. “Kami turut berbela sungkawa atas kejadian yang menimpa almarhum Affan Kurniawan. Semoga tragedi seperti ini tidak terulang kembali, dan kita dapat menyelaraskan visi dan misi kita demi kemajuan bangsa,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya stabilitas keamanan sebagai modal pembangunan dan memperkuat komunikasi dengan semua elemen masyarakat, termasuk komunitas ojol yang memiliki peran strategis.

Sementara itu, Bupati Umbu Lili Pekuwali mengapresiasi inisiatif dan kepedulian komunitas ojol. Ia menilai acara ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial. “Mari kita bersama-sama menjaga situasi ketertiban di daerah kita, guna menjamin kenyamanan aktivitas masyarakat,” pesannya.



Ari Suprapto, perwakilan komunitas ojol Maxim Waingapu, menegaskan bahwa acara ini adalah bukti solidaritas dan komitmen menjaga harmoni dengan TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah. “Kami berharap di Sumba Timur tidak terjadi gejolak. Kita pastikan daerah ini aman dan damai. Dengan acara ini, kita buktikan bahwa kita bersatu,” tegas Ari.

Aksi doa dan lilin ini tidak hanya menjadi penghormatan bagi almarhum, tetapi juga sebuah simbol persatuan dan harapan kolektif akan perdamaian di tengah dinamika sosial yang terjadi di tanah air. [HD]

Show Buttons
Hide Buttons