
MaxFM Waingapu, SUMBA – Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, Program JKN menjadi wujud nyata hadirnya negara dalam menjamin hak-hak seluruh penduduknya. Hal tersebut telah dirasakan langsung oleh Maria Puidensiana Ngole (43). Menurutnya Program JKN telah membantunya terutama saat menghadapi masa-masa sulit.
Baca juga:
Beri Perlindungan, Program JKN Jadi Andalan Hiama Akses Layanan Kesehatan
“Anak bungsu saya, Umbu Mahesa saat itu sempat mengalami sakit yang serius. Gejala awalnya yang saya lihat adalah Umbu kehilangan nafsu makan dan setiap kali makan, hampir selalu memuntahkannya kembali. Saya juga perhatikan berat badannya terus-menerus turun, hingga tubuhnya terlihat semakin lemah,” ucap Maria.
Menurut Maria, kesehatan keluarga adalah segalanya. Seakan sudah digerakkan oleh naluri seorang ibu, sejak lama Maria telah mendaftarkan anggota keluarganya ke Program JKN termasuk anaknya. Bukan tanpa alasan, Maria sadar bahwa jika sewaktu-waktu anaknya sakit, dia ingin anaknya bisa mendapatkan layanan kesehatan terbaik yang bisa ia berikan.
“Keputusan yang saya ambil teryata tepat. Saat anak saya berusia 11 bulan, ia mengalami penurunan kondisi yang cukup drastis. Saya ingat betul saat itu anak saya harus menjalani opname selama dua minggu lamanya, dokter mengatakan kondisi kesehatan anak saya menurun salah satunya karena faktor malnutrisi. Syukurnya, saat itu Umbu sudah terdaftar sebagai peserta JKN. Semua biaya perawatan ditanggung. Kalau tidak, saya tidak tahu lagi harus bagaimana,” tutur Maria.
Baca juga:
Kampus dan WALHI NTT Bersatu Jaga Lingkungan serta Hak Adat
Namun, masa sulit yang sedang menghampiri Maria tidak berhenti sampai di situ. Selama masa perawatan, Maria mengetahui bahwa dari hasil pemeriksaan lanjutan ternyata Umbu bukan hanya mengalami gizi buruk. Dokter menemukan beberapa penyakit komplikasi lain di antaranya infeksi paru-paru, infeksi saluran kemih dan gangguan pada organ jantung. Kondisi ini membuat Umbu harus mendapatkan perawatan intensif, termasuk transfusi darah.
“Mungkin jika saja saat itu saya tidak segera mendaftarkan anak saya ke BPJS Kesehatan, saya tidak dapat membayangkan bagaimana nasibnya sekarang. Karena itu, sekarang saya selalu menghimbau kepada para ibu, begitu anak lahir segera urus administrasi agar anak segera memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan dapat segera didaftarkan sebagai peserta JKN,” ucap Maria.
Maria masih ingat betapa beratnya menjalani hari-hari saat itu. Hampir setiap bulan ia mengantarkan anaknya untuk melakukan kontrol. Perawatan yang dijalani anaknya berlangsung selama lebih dari satu tahun. Setelah melewati masa perawatan yang cukup panjang perlahan namun pasti, kondisi Umbu mulai membaik. Ia kini tumbuh seperti anak-anak lain seusianya.
Baca juga:
Ana NTT Kreatif Festival Berlangsung Hari Ini di Waingapu, Suguhkan Beragam Mata Acara Menarik
“Puji Tuhan, sekarang Umbu sudah sembuh. Semua ini berkat pertolongan Tuhan dan tentu juga berkat ada JKN,” ujar Maria.
Maria menyadari, banyak orang yang mungkin baru merasakan pentingnya menjadi peserta JKN saat sudah sakit. Namun, ia sendiri sudah menjadi contoh nyata bagaimana jaminan kesehatan yang diberikan melalui Program JKN ini bisa menjadi penyelamat, apalagi ketika menghadapi penyakit yang serius.
“Kita tidak akan pernah tahu kapan sakit akan datang. Lebih baik kita sudah memiliki jaminan kesehatan daripada menyesal nantinya,” ucap Maria.
Kini, setelah melewati masa-masa sulit itu, Maria selalu mengingatkan ke tetangga dan masyarakat di lingkungannya untuk terus memastikan keaktifan kepesertaan diri dan keluarga dalam Program JKN. Menurutnya, kesehatan adalah harta yang paling berharga, dan Program JKN adalah salah satu bentuk perlindungan terbaik yang diberikan negara untuk kesehatan penduduknya.
Baca juga:
Perempuan dan Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif di AnTiKFest Series 2 Sumba
“Program JKN sudah menjadi penolong yang menyelamatkan nyawa anak saya. Saya harap semoga program ini akan terus ada kedepannya, agar tidak ada lagi keluarga, orang tua, anak-anak yang kehilangan kesempatan untuk sembuh hanya karena terkendala biaya pengobatan,” tutup Maria. (ok/vd)








