
MaxFM Waingapu, SUMBA – Memasuki tahun ke-11 penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia, BPJS Kesehatan sebagai badan penyelenggara terus berkomitmen untuk memberikan jaminan pelayanan Kesehatan kepada seluruh peserta JKN. Ferdinandus Palaamah (51) salah seorang warga desa Wahang, Pinu Pahar, Kabupaten Sumba Timur sudah merasakan langsung manfaat dari Program JKN.
Meskipun ia dan keluarganya telah terdaftar ke dalam Program JKN, Ferdiandus yang sehari-harinya bekerja sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap tidak pernah membayangkan bahwa anaknya Yoel Umbu Hunga Baba (13) suatu saat harus menjalani rawat inap di rumah sakit karena gangguan kondisi kesehatan yang dialaminya.
“Anak saya waktu itu tiba-tiba saja mengeluhkan bahwa badannya terasa lemas dan nyeri. Tidak lama setelahnya ia muntah dan mengalami demam tinggi. Pertolongan pertama yang saya berikan berupa obat-obat penurun demam. Saya mulai merasa curiga ketika sudah tiga hari berlalu tetapi demamnya tidak kunjung turun, malah semakin tinggi,” ucap Ferdinandus memulai perbincangan.
Ferdinandus melanjutkan, berkat dirinya yang sudah terdaftar ke Program JKN dalam segmen Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN), ia bisa sedikit lebih tenang ketika dirinya maupun anggota keluarganya membutuhkan pengobatan ketika sakit, karena ia tahu bahwa seluruh biaya pengobatannya pasti ditanggung oleh Program JKN.
“Karena kondisi anak saya yang demamnya tidak kunjung turun itu, saya akhirnya memutuskan membawa anak saya untuk berobat. Dari hasil pemeriksaan ternyata dokter mendiagnosa bahwa anak saya terkena demam berdarah, tentu saya kaget bercampur cemas saat itu,” terang Ferdinandus.
Ada hal menarik yang sempat disampaikan oleh Ferdinandus ketika dirinya berada di rumah sakit tersebut. Di rumah sakit, Ferdinandus sempat bertemu dengan petugas BPJS SATU (Siap Membantu) karena saat itu terdapat sedikit kendala dengan kepesertaan JKN milik anaknya.
“Pada saat itu ternyata ada sedikit kendala di kepesertaan JKN milik anak saya yang ternyata tidak aktif. Saya kaget sekarang kita sudah lebih dipermudah lagi. Ada petugas BPJS SATU di rumah sakit, dengan adanya petugas tersebut jika ada peserta JKN yang berobat dan memiliki pertanyaan atau memiliki kendala terkait JKN, petugas BPJS SATU akan dengan sigap membantu,” terang Ferdinandus.
Petugas BPJS SATU juga sempat menjelaskan kepada dirinya, bagaimana cara menggunakan Aplikasi Mobile JKN beserta dengan fitur-fitur yang terdapat di dalamnya.
“Sebelumnya saya memang sudah punya aplikasi ini (Mobile JKN) tetapi memang kurang paham untuk menggunakannya. Ternyata aplikasi ini banyak manfaatnya. Fitur-fiturnya sangat lengkap,” tambahnya.
Melanjutkan perbincangan, Ferdinandus mengatakan bahwa dengan terdaftar sebagai peserta JKN, akan sangat membantu dalam hal pengeluaran biaya-biaya yang tidak terduga.
“Seperti untuk pengobatan anak saya saat ini, tentu membutuhkan biaya dan sakit bisa datang kapan saja,” ucap Ferdinandus.
Sudah merasakan langsung manfaat besar dari Program JKN, Ferdinandus mengimbau agar masyarakat yang saat ini kepesertaan JKN nya tidak aktif karena menunggak iuran untuk jangan menunggu sakit baru membayar iuran.
“Sebaiknya bayar iuran JKN jangan hanya saat sakit saja. Saat sehat pun agar kartunya tetap aktif. Jangan nanti saat sakit baru kebingungan untuk melunasi tunggakan. Dengan rutin bayar iuran JKN, kita juga secara tidak langsung sudah menolong peserta lain yang membutuhkan. Lagipula hidup dan masih diberikan kesehatan itu tentu lebih baik dari pada harus mondar mandir di rumah sakit,” tutup Ferdinandus. [OK/VD]








