Scroll to Top
15 Kebakaran Rumah Warnai Catatan Bencana Sumba Timur 2025
Posted by maxfm on 9th Agustus 2025
Kolase Foto Rumah Warga dilahap Api di Sumba Timur [Foto: BPBD Sumba Timur]

MaxFM Waingapu, SUMBA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Timur mencatat telah menerima 24 laporan bencana alam sejak Januari hingga Agustus 2025. Laporan terbaru terjadi pada 4 Agustus 2025 berupa kebakaran rumah tinggal. Data ini disampaikan langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sumba Timur, Yonathan Marawali, kepada jurnalis dari berbagai media di lantai dasar Kantor DPRD setempat pada Kamis, 7 Agustus 2025 siang.

Kebakaran rumah tinggal per 4 Agustus tersebut menambah daftar panjang kasus serupa di tahun ini. Yonathan mengungkapkan, dua tambahan kasus di bulan Agustus ini menjadikan kebakaran rumah sebagai bencana paling dominan yang ditangani BPBD Sumba Timur sepanjang 2025. “Dengan tambahan ini, total kebakaran rumah mencapai 15 kejadian,” jelasnya.




Menurut analisis BPBD, mayoritas kebakaran rumah disebabkan kelalaian penghuni. “Pemilik rumah seringkali tidak memastikan api di tungku yang adaa di dapur atau sumber api lain benar-benar padam sebelum berangkat bekerja atau ke ladang,” papar Yonathan. Ia menambahkan, korban biasanya baru menyadari musibah saat pulang ke rumah yang telah habis dilalap api.

Berbeda dengan pola umum, dua kasus ini dipicu kebakaran padang yang merambat ke permukiman. “Api dari lahan terbakar menjalar ke rumah panggung warga saat pemiliknya tidak berada di lokasi,” tutur Yonathan, dirinya menekankan bahwa faktor ketidakhadiran penghuni tetap menjadi persamaan dengan kasus lain.



Selain kebakaran, BPBD mencatat tujuh kejadian angin puting beliung yang merusak 18 rumah, serta dua kasus longsor dan banjir. Ironisnya, daerah yang terkenal dengan pantai pasir putih dan Laut Selatan Sumba ini justru lebih sering dilanda bencana darat. Total 24 kejadian dalam delapan bulan menunjukkan intensitas bencana yang perlu diwaspadai.

Yonathan menegaskan semua korban bencana, baik kebakaran, puting beliung, maupun longsor—telah mendapat bantuan. “Kami memberikan bantuan darurat sekaligus material bangunan untuk pemulihan rumah,” ujarnya. Pihaknya juga mengimbau peningkatan kewaspadaan masyarakat, khususnya dalam mengontrol sumber api sebelum meninggalkan rumah. [HD]

Show Buttons
Hide Buttons