Scroll to Top
10 Siswi Sumba Barat Raih Medali Emas di Kompetisi Ilmiah Internasional, Buktikan “Sumba Bisa”
Posted by maxfm on 23rd Mei 2025
10 Siswi Sumba Barat Raih Medali Emas di Kompetisi Ilmiah Internasional, Buktikan “Sumba Bisa” [Foto: ISTIMEWA]

MaxFM Waingapu, SUMBA – Sebanyak 10 siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) dari Sumba Barat menorehkan prestasi gemilang dalam ajang World Science Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2025, yang diselenggarakan di Universitas Pancasila, 19-22 Mei 2025 di Jakarta.

Baca juga:
Tegas Tolak KRIS, DPP KSBSI Khawatir Ada Kepentingan Sepihak yang Dirahasiakan

Dua tim SMA dari Sumba Barat berhasil meraih Medali Emas dan penghargaan khusus, mengalahkan 246 tim peserta dari berbagai negara secara daring maupun luring. Kompetisi ini dihelat oleh Indonesian Young Scientists Association (IYSA), asosiasi peneliti muda terkemuka di Indonesia.



Kepada maxfmwaingapu.com Grasella Sofia Mingkid, Ketua Tim Terang Sumba, di bawah Yayasan Indonesia Sejahterah Barokah yang memfasilitasi siswa SMA Sumba Barat menjelaskan Tim 1 meraih Medali Emas sekaligus IYSA Semi Grand Award, penghargaan tertinggi untuk tiga tim terbaik dari total 246 peserta.

Baca juga:
BPJS Keliling Mudahkan Akses Layanan JKN di Sumba Timur

“Tim 2 Memenangkan Medali Emas dan Best Presentation Award, yang dinilai berdasarkan kemampuan presentasi dalam bahasa Inggris, ketajaman menjawab pertanyaan juri, serta kejelasan penyampaian materi,” Ketua Tim Terang Sumba jelas Grasella Sofia Mingkid, Jumat 23 Mei 2025.

Ketua Tim Terang Sumba jelas Grasella Sofia Mingkid menambahkan perjalanan menuju kemenangan ini dimulai sejak Desember 2024.

“Dari 74 siswa yang mengikuti audisi, hanya 10 siswi terpilih setelah melalui seleksi ketat. Selama lima bulan, mereka menjalani pembinaan intensif: mereview jurnal internasional, menulis makalah penelitian, turun lapangan, melakukan eksperimen, hingga berlatih presentasi,” tambah Ketua Tim Terang Sumba Grasella Sofia Mingkid



Ketua Tim Terang Sumba Grasella Sofia Mingkid mengungkapkan fokus timnya kami bukan hanya pada kemampuan bahasa Inggris.

“Kami SMA Sumba Barat mengembangkan daya analisis, ketelitian dalam eksperimen, dan ketekunan untuk menghasilkan produk penelitian berkualitas,” ungkap Grasella Sofia Mingkid.

Baca juga:
Forum Jamsos Pekerja dan Buruh Tolak KRIS Satu Ruang Perawatan, Nilai Kebijakan Pemerintah Tak Libatkan Pekerja

Masih penjelasan Grasella Sofia Mingkid Kesuksesan yang diraih siswa ini tak lepas dari peran serta sekolah dan keluarga. Orang tua jelasnya rela mengantar anak-anak ke lokasi penelitian, bahkan hingga ke Waingapu yangberjarak hampir 140 KM dari Waikabuabak Ibu Kota Kabupaten Sumba Barat, dan menunggu hingga eksperimen selesai tengah malam. Sekolah juga memberikan dukungan penuh dengan memfasilitasi kelonggaran jam belajar agar para siswi bisa fokus pada riset.




Tim Sumba Bisa 1 meneliti dan membuat krim anti penuaan plus dari tanaman alga coklat dan glasswort.

Tim 1
1. Maria Louise Ulina Dimu (SMAN 1 Waikabubak)
2. Rhiana Abigail Katu (SMAN 1 Waikabubak)
3. Azarya Malika Paubun (SMA Kristen Waikabubak)
4. Kezia Hillary M. R. Paubun (SMA Kristen Waikabubak)
5. Genevieve Daniella Amaya (SMA Kristen Waikabubak)

Tim Sumba Bisa 2 membuat indikator pendeteksi kanker dari ekstrak antosianin ubi jalar ungu.

Baca juga:
Operasi Pekat Turangga 2025: Giliran Kafe dan Tempat Hiburan Malam Diperiksa Polres Sumba Timur

Tim 2

1. Erlichya Ferciani Kutika (SMA Kristen Waikabubak)
2. Josephine Eugenia Wirianata (SMA Kristen Waikabubak)
3. Melina Dongu Laba (SMAN 1 Waikabubak)
4. Olivia Nguda Duka (SMAN 1 Waikabubak)
5. Ririn Aurel Kami (SMA Kristen Waikabubak)

Nama pembimbing : Budi Santoso, M. Pd, C. Ht (Tim Ahli Indonesian Young Scientist Association)
[HD]

Show Buttons
Hide Buttons